Pernyataan AWK Cederai Bali yang Toleran dan Cinta Damai

BULELENG – Pernyataan rasis anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK), mencederai Bali yang selama ini dikenal toleran dan cinta damai. “Pernyataan provakif AWK ini sama sekali tidak mewakili kebanyakan rakyat Bali yang toleran dan cinta damai,” tegas Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Buleleng, Muhammad Fardiansyah, S.Or., dalam pernyataan sikapnya Rabu (3/1/2024).

Menurutnya, AWK membuka tahun 2024 dengan pernyataan kontroversial. “Kalau dipahami secara substansif, menurut hemat saya beliau ini ingin menonjolkan kebudayaan Bali dan putra-putri daerah pada aktivis frontliner Airport Ngurah Rai,” jelasnya.

Namun, cara penyampaiannya dan juga pilihan katanya tidak etis. Karena ternyata terbukti menyinggung banyak pihak.

Ardi –-demikian sapaan akrabnya–, menanyakan, apa salahnya dengan frontliner yang berjilbab. Kata dia, justru itu akan menjadi pesan kepada dunia bahwa Bali itu toleran.

“Ingat Anda (AWK-red) itu wakil rakyat. Jadi harus lebih hati-hati dalam melontarkan pernyataan, karena dampaknya bukan cuma ke Anda, rakyat Bali juga akan merasakan imbasnya. Perlu ditegaskan, pernyataan provakif AWK ini sama sekali tidak mewakili kebanyakan rakyat Bali yang toleran dan cinta damai,” ujar Ardi.

Ditegaskan, Bali telah lama menjadi rumah harmoni bagi umat manusia yang berbeda latar belakang suku, adat istiadat dan keyakinan. Mereka hidup rukun dan berdampingan dalam lanskaps saling menghargai dan penuh cinta kasih.

Ardi juga berharap, masyarakat tidak mengkaitkan statement atau pernyataan AWK dengan kata “Bali rasis” ataupun dibawa ke arah agama. Karena sesungguhnya pernyataan AWK sama sekali tidak mewakili masyarakat Bali, apalagi agama tertentu. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *