Muhammad Fardiansyah Terpilih Menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah Buleleng

BULELENG – Muhammad Fardiansyah terpilih menjadi Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Buleleng periode 2023-2028 dalam Musyawarah Daerah (Musyda) XVIII Pemuda Muhammadiyah Buleleng yang digelar di RM Manalagi Singaraja, Ahad (24/12/2023).

Fardiansyah menggantikan Soleh Abidin yang kini sudah menjadi pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Buleleng.

Sementara Sekretaris PDPM Buleleng dijabat Syarif Hidayat dan Bendahara 1 M. Adib dan Bendahara 2 Abdul Gafur.

Musyda XVIII Pemuda Muhammadiyah Buleleng dibuka Kepala Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, mewakili Pj. Bupati Buleleng. Hadir pada pembukaan Musyda, Ketua MUI Buleleng, HB Ali Mustofa, pimpinan Muhammadiyah Buleleng, pimpinan ‘Aisyiyah Buleleng, pimpinan PW Pemuda Muhammadiyah Bali, serta badan otonom Muhammadiyah Buleleng lainnya.

Pj. Bupati Buleleng dalam sambutan yang dibacakan Kepala Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, berharap Musyda menjadi ajang silaturahmi dan bertukar pikiran untuk membesarkan organisasi.

Selain itu, Pj. Bupati Buleleng juga berharap Pemuda Muhammadiyah Buleleng terus berinovasi dan membangun kerjasama untuk kemajuan bersama. “Juga Pemuda Muhammadiyah Buleleng dapat mendukung program pemerintah Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, M. Ali Susanto, dalam sambutannya mengingatkan bahwa di Muhammadiyah, selain harus kerjasama, juga harus sama sama kerja. “Kalau tidak mau gotong-royong bukan di Muhammadiyah tempatnya,” katanya.

Dikatakan, musyawarah berkumpulnya orang-orang baik untuk berbuat sesuatu. Istilah bermusyawarah dipetik dari akar kata sy-, w-, r- yang pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah.

Menurutnya, kalau benar-benar bermusyawarah seharusnya Musyda ini menelurkan pengurus dan program yang baik, sebagaimana lebah yang mengeluarkan madu.

Sedangkan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Bali, Abdilah Nur Ikhsan, mengingatkan kader Muhammadiyah Buleleng agar siap menjadi pimpinan Muhammadiyah di masa depan. Selain itu, ia juga mengatakan, siapapun yang terpilih menjadi Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Buleleng harus menjadi teladan bagi kader Muhammadiyah yang lain.

Sedangkan Soleh Abidin dalam pidato pembukaan Musyda XVIII menyatakan bahwa tema Musyda kali ini adalah “Pemuda Negarawan, Harmoni Memajukan Buleleng”. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan pada saat ini, karena sekarang krisis tokoh pemuda negarawan yang benar-benar bisa mentransformasi nilai-nilai Islam yang berkemajuan dan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara pada umumnya, khususnya di Kabupaten Buleleng.

Menurut Soleh, ada 5 ciri Pemuda Negarawan yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam Muktamar Pemuda Muhamadiyah XVIII di Balikpapan pada tanggal 21 – 24 Februari 2022 lalu. Yakni pertama, memiliki kapasitas dan integritas untuk mengajarkan dan mengamalkan Islam yang Wasathiyah.  

Kedua, memiliki pandangan nasionalis, religius dan menjadi garda terdepan dalam mengawal kepentingan bangsa dan negara serta mengamalkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Ketiga, mengedepankan nilai etik politik kenegaraan yang menjadi ciri khas Persyarikatan Muhammadiyah.

Keempat, tanggung jawab dalam meraih dan mengawal kekuasaan demi kesejahteraan masyarakat. Serta kelima, berperan aktif menyuarakan isu-isu internasional. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *