Sepanjang November 2023, Sebanyak 81 Bencana Menimpa Bali

  • Dua Meninggal Dunia, 17 Bangunan Rusak Berat

DENPASAR – Sepanjang bulan November 2023, terjadi 81 bencana yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Provinsi Bali. Bencana itu menyebabkan dua orang meninggal dunia dan setidaknya 17 bangunan rusak berat.

Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Dr. I Made Rentin, Rabu (6/12/2023), menjelaskan, dampak yang ditimbulkan dari 81 kejadian bencana tersebut antara lain dua orang meninggal dan dua luka-luka.

Selain itu, kata Dr. Rentin, setidaknya terdapat 17 bangunan rusak berat. Sebanyak 5 bangunan rusak sedang, 5 rusak ringan.

 Juga terdapat satu sarana pendidikan rusak, 11 sarana ibadah dan 8 bangunan lainnya rusak. Serta 6,88 ha luas area terbakar. “Estimasi kerugian Rp 3,4 miliar,” papar Dr. Rentin.

Menurutnya, jumlah kejadian bencana bulan ini menurun dibandingkan dengan kejadian bencana di bulan Oktober lalu. Bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan menurun dari bulan sebelumnya, persentase 18,52% dan 11,11%.

Namun, jelas Dr. Rentin, kejadian bencana hidrometeorologi basah mulai meningkat, cuaca ekstrem (hujan disertai angin kencang) sebesar 33,33% dan tanah longsor sebesar 8,64%. Kejadian tanah longsor di Desa Jehem, Bangli menyebabkan 2 orang meninggal dunia.

Ia juga memaparkan bahwa BBMKG Wilayah III Denpasar memperingatkan Potensi curah hujan rendah masih berpeluang terjadi pada sebagian besar kabupaten/kota se-Bali. Kondisi curah hujan rendah ini dapat mengakibatkan peningkatan peluang terjadinya bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan atau kekeringan lahan pertanian.

“Dasarian III Bulan November curah hujan sedang hingga tinggi patut diwaspadai di wilayah Bali bagian tengah. Pada periode ini wilayah berpeluang hujan ringan hampir merata di kabupaten/kota se-Bali. Kondisi ini mengakibatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem dan tanah longsor,” kata Dr. Rentin.

Ia juga menjelaskan, sepanjang bulan November 2023, BPBD Provinsi, BPBD kabupaten/kota se-Bali, dan PMI telah mendistribusikan air bersih sedikitnya 1,5 juta liter ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Buleleng, Jembrana, Bangli dan Karangasem. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *