Bali Rencananya Dijadikan Pilot Project Implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

DENPASAR – Provinsi Bali rencananya bakal dijadikan pilot project implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Hal. Itu terungkap dalam audiensi dalam rangka Implementasi SPAB di Provinsi Bali, Rabu (6/12/2023).

Audiensi dipimpin Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Dr. I Made Rentin. Acara dihadiri Kepala Bidang Pembinaan PK, PLK Disdikpora Provinsi Bali, Direktur Program Yayasan Plan International Indonesia, Project Manager Yayasan Plan International Indonesia, dan Ketua Yayasan Tenggara Akademi Mitigasi Provinsi Bali.

Dr. Rentin menyatakan menyambut baik rencana kegiatan Yayasan Plan International Indonesia di tahun 2024 sebagai wujud kolaborasi untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat di sektor pendidikan.

Yayasan Plan International Indonesia berencana menjadikan Provinsi Bali sebagai pilot project implementasi Sekber SPAB. Kegiatan akan dilaksanakan pada bulan April 2024 sampai dengan Agustus 2025.

“Kegiatan utama yang akan dilaksanakan membentuk 100 satuan pendidikan, pelibatan fasilitator, penguatan koordinasi multipihak, kampanye SPAB oleh kaum muda, dan integrasi kebencanaan ke kurikulum,” kata Dr. Rentin.

Sekber SPAB nantinya diharapkan dapat mengelola fasilitator yang dibentuk sehingga makin memudahkan mempercepat pembentukan SPAB di sekolah. Pihak PLAN International Indonesia, BPBD Provinsi Bali dan Disdikpora Provinsi Bali berencana untuk bekerja sama dengan UPTD BKPSDM dalam sertifikasi fasilitator SPAB.

Diharapkan pula nantinya Disdikpora Provinsi Bali untuk dapat membuat surat edaran agar Kabupaten/Kota dapat membentuk Sekber SPAB dan sekolah di bawah Disdikpora Provinsi Bali dapat menindaklanjuti pembentukan SPAB di sekolah masing-masing. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *