“Medayoan ke Loloan”, Menikmati Nuansa Loloan Jaman Lama

Catatan Budaya Eka Sabara, S.Pd.I

“Medayoan ke Loloan”. Inilah tema sebuah festival yang digelar masyarakat Loloan Timur. Namanya Festival Loloan Jaman Lame. Tahun 2023 ini merupakan tahun kelima festival tersebut digelar. Dilaksanakan di sepanjang Jalan Gunung Agung Loloan Timur, pada tanggal 20 dan 21 Oktober 2023.

“Medayoan ke Loloan” merupakan bahasa Melayu Loloan. Berasal dari kata dayo atau tamu, sehingga medayoan berarti datang bertamu. “Medayoan ke Loloan” berarti datang bertamu ke Loloan.

Festival Loloan Jaman Lame V cukup ditunggu-tunggu oleh semua pihak karena kerinduan akan nuansa eksotik dari tradisi dan budaya Loloan yang cukup unik. Para pengunjung dari berbagai kalangan menyatu hadir bersama dalam festival yang dilaksanakan selama dua hari tersebut.

Tema Festival Loloan Jaman Lamela V ini mengambil kata “medayoan”. Yang merupakan kata atau ucapan yang sudah sangat jarang didengar di kalangan para generasi saat ini, karena medayoan merupakan bahasa Loloan jaman lame.

Apabila kita memasuki pintu gapura kampung Loloan Jaman Lame, kita seolah-olah masuk ke lorong waktu masa lampau, mulai dari banyaknya stand-stand yang telah disiapkan panitia, meliputi stand seni, tradisi dan budaya Loloan jaman lame, seperti stan kuliner jajanan kuno.

Ada berbagai ragam jajanan kuno seperti jaje pasung, amplog, kopyor, cenil, lanun, gorog-gorog, apon, kole, jande merias, kupe-kupe, dan lain-lain, yang saat ini sudah sangat jarang kita jumpai di warung modern.

Yang unik juga terlihat para pengunjung diwajibkan memakai pakaian jaman lame, serba tradisional/Kuno, pementasan drama satu babak dari Sanggar Pilot dengan pemain kunci Ita Amini, seorang pegiat seni di tahun 1990-an. Tampak antusiasme para penonton menyaksikan drama tersebut.

Ragam stand yang ditampilkan, antara lain stand pameran foto kuno, pameran benda-benda kuno, seni ngotok, tradisi nelayan ayom-ayom, permainan jaman lame, jedur-jeduran, cikar-cikaran serba bambu, stand nganten kuno, dapur kuno, tradisi ngaji, di’ba’, kain/sarung tenun Loloan.

Sejak pelaksanaan Festival Loloan Jaman Lame yang pertama di tahun 2017 silam, semakin banyak peningkatan yang ditampilkan sehingga menarik para pengunjung, baik dari Jembrana maupun luar Jembrana untuk hadir dan datang ke lokasi Festival Loloan Jaman Lame tersebut. Ini berkat kreativitas para pemuda Loloan yang terus secara intensif menggali dan berdiskusi terkait event ataupun persiapan dari penyelenggaraan festival tersebut.

Kegiatan Festival Loloan Jaman Lame sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu yaitu pertama tahun 2017, kedua tahun 2018, ketiga tahun 2019 dan keempat tahun 2022 (tahun 2020 dan 2021 karena situasi Covid 19 tidak dapat dilaksanakan).

Bahkan satu tradisi khas tepeng-tepengan plecing ayam kampung juga dikolaborasikan dengan tempat di atas rumah panggung Loloan semakin menarik minat para pecinta kuliner dengan suasana Loloan yang kental dan khas disajikan oleh para anak dare Loloan.

Semua kegiatan selama 2 hari tersebut menggambarkan keadaan Loloan tempo dulu, kegiatan yang merupakan acara tahunan ini sepenuhnya diselenggarakan oleh para remaja Kelurahan Loloan Timur dengan di-support penuh oleh Pemda Jembrana. Festival ini telah menjadi agenda resmi Kabupaten Jembrana. []

*) Penulis adalah Budayawan Loloan Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *