Hubungan Kualitas Pendidikan dengan Moral yang Terbentuk dalam Diri

Esai Dr. Surayanah *)

PENDIDIKAN dan moral adalah dua hal yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Pendidikan memiliki peran penting dalam  membentuk moral seseorang, dan moral yang baik dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan.

Pendidikan merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh individu sehingga ia mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, bahkan bermanfaat bagi banyak orang. 

Pada umumnya, pendidikan dibedakan atas tiga jalur, yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Peran yang diberikan oleh ketiga jalur pendidikan ini berbeda-beda, namun mampu melengkapi satu sama lain. Pendidikan yang diterima seseorang harusnya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mempertimbangkan pada aspek moral dan karakter. 

Pendidikan moral adalah bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter dan moral seseorang. Moral adalah seperangkat nilai dan prinsip yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Moral yang baik dapat  membantu seseorang untuk hidup dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Sedangkan moral yang buruk, dapat merusak hubungan sosial dan merugikan diri sendiri, bahkan dapat merugikan orang lain.

Dalam pendidikan formal, kualitas pendidikan dapat diukur dari berbagai aspek, seperti kualitas guru, kurikulum, sarana dan prasarana, kegiatan  pembelajaran yang berlangsung setiap harinya, dan hasil belajar siswa. Namun, kualitas pendidikan juga dapat dilihat dari moral yang terbentuk dalam diri siswa. 

Siswa yang memiliki moral yang baik ia cenderung tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggungjawab, dan memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Sedangkan siswa yang memiliki moral yang buruk akan cenderung kurang disiplin,  tidak bertanggung jawab, dan kurang termotivasi untuk belajar.

Sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk moral siswa. Untuk mendorong berkembangnya moral baik dalam diri siswanya, sekolah dapat memberikan pendidikan moral yang baik melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan  ekstrakurikuler, dan pembinaan siswa.

Selain itu, sekolah juga dapat memberikan contoh yang baik melalui perilaku guru dan karyawan sekolah. Namun, tidak semua sekolah memberikan pendidikan moral yang baik. Namun faktanya, di beberapa sekolah tampak lebih fokus pada capaian akademik siswa dan kurang perhatian pada pengembangan moral dan karakter siswanya. Hal tersebut dapat merusak moral siswa dan mengurangi kualitas pendidikan.

Tingginya jenjang pendidikan formal yang telah ditempuh oleh seseorang, tidak menjamin bahwa ia akan tumbuh menjadi individu yang bermoral baik.  Pendidikan memberikan pengetahuan dan keterampilan, namun terbangunnya moral dalam diri bergantung pada banyak faktor lain seperti nilai yang dianut dalam  keluarga, lingkungan, serta pengalaman dimiliki seseorang.

Seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi mungkin memiliki pengetahuan yang luas tentang  etika dan moralitas, namun hal tersebut tidak menjamin bahwa ia akan melaksanakan apa yang telah diketahuinya. Banyak orang menjadikan pengetahuan yang diperoleh hanya sekadar pengetahuan saja, tanpa berusaha memanfaatkannya untuk meningkatkan nilai diri.

Hal ini banyak terbukti pada kasus-kasus besar yang telah menjadi rahasia umum, seperti kasus petinggi-petinggi negara yang notabene adalah orang-orang cerdas dan berpendidikan justru melakukan penyelewengan jabatan untuk memeroleh keuntungan pribadi atau hal-hal yang diinginkan.

Meskipun tingginya jenjang pendidikan yang telah ditempuh tidak mampu menjamin berkembangnya moral baik dalam diri seseorang, pendidikan di jalur formal tetap mempunyai peran yang penting dalam perkembangan moral seseorang.

Pertama, melalui pendidikan formal seseorang dapat memeroleh, memahami, dan mengembangkan pengetahuan tentang nilai-nilai moral seperti  kejujuran dan toleransi. Kedua, pendidikan dapat mendorong terbentuknya karakter seseorang dengan mengajarkan keterampilan sosial dan emosional, serta memberikan latihan untuk dapat berperilaku dengan baik. Pendidikan dapat membantu individu untuk mengembangkan empati, kepedulian terhadap sesama, dan tanggungjawab.

Ketiga, pendidikan dapat membantu seseorang untuk belajar memahami etika dan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Dengan begitu, seseorang atau siswa akan memahami hak dan kewajiban yang dimiliki serta memahami bahwa nilai yang dianut dan dijalankan dalam sebuah kelompok sangat mungkin untuk berbeda dengan nilai yang dianut dan dijalankan oleh kelompok lain. Keempat, pendidikan formal mampu memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam mempraktikkan berbagai nilai moral yang telah dipelajari.

Selanjutnya, pendidikan moral juga dapat diberikan melalui pendidikan non formal. Jalur pendidikan ini juga dapat membantu membentuk moral seseorang  di luar lingkungan jalur pendidikan formal. Seperti contohnya, pendidikan non formal mendorong terbentuknya moral yang baik melalui berbagai kegiatan seperti dengan kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, dan lain-lain. 

Mengingat bahwa pendidikan tidak hanya berupa pendidikan formal di sekolah dan pendidikan non formal saja, berarti lingkungan sekitar terutama  keluarga memiliki peran yang besar dalam membangun moral baik dalam diri seseorang. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk moral seseorang, karena umumnya manusia akan meniru perilaku orang terdekat yang berada di  sekelilingnya seperti orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Lingkungan juga mempengaruhi moral seseorang, karena lingkungan yang positif dapat membantu  membentuk moral yang baik, sedangkan lingkungan yang negatif dapat mengakibatkan tumbuhkan moral yang buruk dalam diri seseorang. Keluarga dan lingkungan dinilai memiliki peran yang besar karena di lingkungan inilah seseorang banyak menghabiskan waktu setiap harinya dan dari lingkungan yang sama inilah seseorang mulai mengenal interaksi dengan orang lain yang mengakibatkan mereka menerima berbagai bentuk nilai, norma, serta keyakinan yang dijalankan oleh orang  lain.

Nilai, norma, dan keyakinan ini akan terus terbawa dalam perjalanan kehidupan seseorang sehingga mempengaruhi pertumbuhan moral dalam dirinya.  Dalam upaya pembangunan moral baik dalam diri seseorang, keluarga dan lingkungan dapat mengambil peran dengan cara memberikan contoh atau tauladan yang baik.

Pendidikan dapat membantu memperhalus perasaan seseorang melalui proses belajar dan pengembangan nilai-nilai moral yang positif. Dalam proses  pendidikan, seseorang dapat mempelajari dan mempraktikkan nilai-nilai seperti empati, toleransi, kerja sama, dan menghargai keberagaman. Dengan memperoleh pemahaman dan pengalaman, seseorang dapat mengembangkan kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain, serta mengatasi perbedaan dan konflik dengan cara yang lebih bijaksana dan terarah

Selain itu, pendidikan juga dapat memberikan pandangan yang lebih luas dan menyeluruh mengenai berbagai masalah dan tantangan moral dalam masyarakat dan dunia, sehingga seseorang dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsekuensi dari tindakan mereka. Dalam hal ini, pendidikan dapat membantu seseorang untuk lebih mempertimbangkan konsekuensi atau akibat dari tindakan mereka dan membuat keputusan yang lebih baik dan bertanggung jawab. 

Berdasarkan pada pemaparan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa kualitas pendidikan yang diterima oleh seseorang mampu mempengaruhi terbentuknya moral baik dalam diri orang tersebut. Tingginya jalur pendidikan yang telah ditempuh oleh seseorang belum tentu menjamin terbentuknya moral baik  dalam diri.

Adapun kualitas pendidikan yang mampu menjamin terbentuknya moral baik adalah pendidikan yang memberikan contoh atau teladan baik serta dukungan yang maksimal bagi seseorang untuk membentuk moral dalam dirinya. Pendidikan moral ini dapat diperoleh dari berbagai jalur yang meliputi pendidikan formal, pendidikan non formal, maupun pendidikan informal.

Apabila ketiga jalur pendidikan ini mampu berjalan beriringan dengan baik, maka besar kemungkinan  akan banyak lahir orang-orang dengan moral baik karena mereka tumbuh dari lingkungan pendidikan yang baik pula. []

*) Penulis adalah Dosen Universitas Negeri Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *