BLITAR – Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir Kampus 3 Universitas Negeri Malang (UM), dilangsungkan pada Selasa, 25 Juli 2023 yang bertempat di Aula Penataran Kampus 3 Universitas Negeri Malang (UM) di Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap mahasiswa tingkat akhir perihal sitematika penulisan sebagai bekal untuk mengerjakan tugas akhir.
Tampil sebagai pemateri pada kegaitan ini yakni Dra. Lilik Bintartik, M.Pd , Yuniawatika, S.Pd., M.Pd, dan Dr. Surayanah , M.Pd. Peserta yang mengikuti pelatihan kali ini adalah mahasiswa tingkat akhir Kampus 3 Universitas Negeri Malang (UM), yakni angkatan 2019 berjumlah 60 orang, angkatan 2018 berjumlah 24 orang, angkatan 2017 berjumlah 16 orang, dan angkatan 2016 berjumlah 7 orang.
Pemateri pertama, Yuniawatika, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi tentang format skripsi bentuk artikel. Menurutnya, wujud laporan penelitian ada berbagai macam, di antaranya naskah (manuskrip) laporan penelitian, atau (naskah) artikel hasil penelitian, atau (naskah) buku ber-ISBN.
Dikatakan, wujud laporan hasil penelitian untuk TA dan skripsi difokuskan pada artikel yang disiapkan untuk publikasi. Ketentuan format baru skripsi, untuk laporan Tugas Akhir (karya akademik akhir studi jenjang Diploma III) dan skripsi (karya akademik akhir studi jenjang Sarjana) diwujudkan dalam bentuk artikel.

Penulisan artikel hasil penelitian oleh mahasiswa jenjang Diploma III dan Sarjana mengikuti template yang telah ditetapkan atau sesuai dengan ketentuan jurnal yang dituju.
“Untuk keperluan ujian akhir, mahasiswa jenjang Diploma III dan Sarjana dapat menggunakan naskah artikel atau artikel yang telah dipublikasikan. Hal-hal yang akan diuji ketika skripsi, di antaranya naskah artikel yang belum jelas jurnal yang akan dituju, naskah artikel yang sudah jelas jurnal yang dituju, mungkin sudah dikirim, atau artikel yang sudah terpublikasi yang layak menurut tim prodi: similaritas maksimal 30 persen, metodenya jelas, datanya tersedia, cukup, dan akurat),” jelasnya.
Urutan dalam sebuah penelitian adalah halaman judul, halaman pengesahan, pernyataan keaslian tulisan, kata pengantar, daftar isi, judul (artikel), abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran, daftar rujukan, dan daftar lampiran.
Menurutnya, judul yang dipilih hendaknya mencerminkan isi, ringkas, dan komunikatif yang terdiri dari 12-15 kata. Untuk penulisan nama penulis, nama mahasiswa dituliskan terlebih dahulu kemudian nama dosen pembimbing.
Sedangkan abstrak berisikan saripati artikel meliputi tujuan, metode dan hasil penelitian, berisikan 100-200 kata. Untuk kata-kata atau frasa yang mencerminkan konsep atau variabel penting dalam artikel terdiri atas 3-5 kata (prasa).
Pendahuluan berisi uraian tentang alasan dipilihnya masalah atau topik penelitian, penelitian terdahulu, kesenjangan, teori relevan yang digunakan, dan diakhiri dengan tujuan penelitian, 1.000-1.500 kata (wajib berisi sejumlah/beberapa rujukan terpenting).
Metode berisi uraian tentang desain penelitian, sumber data (untuk bidang sains dan Teknik termasuk bahan dan peralatan), instrumen pengumpulan data (termasuk validasinya), teknik pengumpulan data, wujud data, dan teknik analisis data, sekitar 600 kata.
Hasil dan Pembahasan, berawal dari deskripsi hasil penelitian untuk dilanjutkan ke bagian pembahasan. Bagian hasil penelitian berisi deskripsi hasil analisis terhadap data penelitian sesuai dengan varibel/fokus penelitian untuk menjawab rumusan masalah.
Selanjutnya, bagian pembahasan berisi diskusi untuk membandingkan hasil penelitian yang dilakukan dengan hasil penelitian sebelumnya dan teori-teori yang digunakan (wajib berisi banyak rujukan penting), sekitar 4.000 kata. Hasil dan pembahasan dapat juga disajikan secara terpisah.
Simpulan dan Saran. Simpulan berisi pernyataan-pernyataan ilmiah yang saling berhubungan, dirumuskan berdasarkan pembahasan, bukan rangkuman hasil penelitian. Saran berisi butir-butir rekomendasi kepada berbagai pihak terkait dengan simpulan yang telah dirumuskan.
Daftar Rujukan, Rujukan berupa buku, artikel, dan sumber-sumber lainnya. Rujukan wajib mutakhir (10 tahun terakhir). Lima puluh persen rujukan berupa artikel dari jurnal ilmiah nasional/nasional terakreditasi/internasional/internasional bereputasi. Daftar rujukan sekurang-kurangnya berisi 30 sumber. Perujukan dan penulisan daftar rujukan menggunakan reference manager.
Sementara pemateri kedua Dr. Surayanah, M.Pd., memaparkan tentang bagaimana menyusun artikel dari hasil penelitian. Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan topik, mencari data & informasi, dan membuat outline.
Dikatakan, sistematika penulisan karya publikasi ilmiah dari hasil penelitan yaitu, judul, penulis (tanpa gelar), sponsor (jika penelitian ada sponsornya), abstrak, kata kunci, pendahuluan (pentingnya masalah diteliti, masalah, tujuan, manfaat penelitian, landasan teori), metode (dijelaskan teknik mengambil dan mengolah data) dapat dijadikan satu dengan pendahuluan, data (bersih), pembahasan, penutup (berisi simpulan dan saran), dan daftar rujukan.
Untuk judul artikel hendaknya menarik, informatif, dan ringkas, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek (5-14 kata), tetapi dapat mengungkapkan ide besar yang terkandung dalam artikel.
“Judul hendaknya tidak terlalu ambisius atau bombastis, sehingga sangat menarik perhatian, namun ternyata tidak didukung oleh isi artikel. Judul hendaknya mengandung kata-kata kunci dari masalah atau obyek yang dibahas dalam artikel,” ujarnya.
Aturan penulisan nama penulis, di antaranya nama penulis artikel ditulis tanpa gelar akademik atau gelar lainnya, jka penulis lebih dari satu orang dan berasan dari kelembagaan berbeda, maka semua nama dicantumkan dengan memberikan tanda superskrip angka mulai dari 1 pada nama penulis secara berurutan.
Untuk abstrak ditulis secara ringkas, meliputi latar belakang masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian, dan ringkasan hasil penelitian dan kesimpulan. Maksimal 200 kata (ada juga: maks. 100 atau 300 kata), dalam satu paragraf. “Biasanya, abstrak diketik dengan spasi tunggal dengan format yang lebih sempit dari teks utama,” katanya.
Kata-kata kunci, tambah Dr. Surayanah, adalah kata-kata pokok yang menggambarkan masalah yang ditulis atau istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran atau gagasan dalam tulisan, kata- kata kunci berupa kata tunggal atau gabungan kata (istilah), jumlah 3-6 kata, dipisahkan oleh koma atau titik koma. Dijelaskan, unsur-unsur artikel ilmiah (hasil penelitian) yaitu Pendahuluan, berisikan latar belakang penelitian, identifikasi dan perumusan , tujuan, manfaat dan hipotesis (jika perlu). Metode penelitian / bahan dan cara , berisikan waktu dantempat, bahan, san cara kerja termsuk analisis data.
Sementara hasil dan pembahasan merupakan jantung, inti, dari suatu artikel ilmiah. Simpulan dan saran, kata dia, hendaknya singkat, padat namun penuh arti serta informatif, disesuaikan dengan sistematika pembahasan hasil penelitian, disajikan dalam bentuk kalimat, jangan urutan bernomor.
Sementara untuk Daftar Pustaka, masukkan semua pustaka yang dirujuk atau dikutip dalam tulisan. Pustaka yang dimasukkan dalam daftar hanya dirujuk atau dikuti dalam tulisan, kebaruan: 80% harus berumur <10 tahun, rujukan primer: > 80%, tata penulisan: konsisten & ikuti panduan. Acara pelatihan ini sangat kondusif dibuktikan dengan respon yang positif dari mahasiswa semester akhir dengan mendengarkan dan memahami apa yang telah disampaikan narasumber dari awal hingga akhir acara.
Setelah pematerian yang disampaikan oleh pemateri kedua, dilaksanakan praktek submit artikel yang disampaikan oleh Yuniawatika, S.Pd., M.Pd. Setelah praktek submit ada sesi konsultasi keluh kesah mahasiswa yang diisi oleh Dra. Lilik Bintartik, M.Pd.
Mahasiswa menganggap masalah terbesarnya adalah rasa malas, takut salah, dan suka menunda waktu. (bs)

