BULELENG – Petani dan nelayan mengaku susah mendapatkan bahan bakar minyak di SPBU. Itu disampaikan petani dan nelayan Desa Kaliasem kepada Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, dalam acara “Jumat Curhat” yang dilaksanakan di Pantai Tanjung Alam, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Jumat (9/12/2022).
Dalam curhatannya tersebut, para nelayan dan petani mengaku susah untuk mendapatkan bahan bakar minyak solar di SPBU. Pihak SPBU menolak untuk melayaninya.
Selain masalah BBM, nelayan Desa Kaliasem juga menyampaikan bahwa di perairan wilayah Desa Kaliasem terdapat taman laut (terumbu karang) yang sering didatangi penyelam untuk mencari ikan. Mereka biasanya beraksi dini hari, pada saat para nelayan sudah tidak ada di laut. Karena itu, mereka memohon bantuan pengamanan dari pihak kepolisian.
Sementara tokoh pemuda dari dua kelompok, yaitu dari Banser dan Pecalang menginginkan untuk diberikan pengetahuan wawasan kebangsaan agar dipahami bersama demi kesatuan NKRI. Sebab, masyarakat Kaliasem penduduknya heterogen (beragam), yang selama ini hidup berdampingan dengan torelansi beragama yang tinggi. Sehingga tercipta keharmonisan dan saling bahu-membahu dalam kegiatan agama.
Menyikapi curhatan masyarakat tersebut, Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana menyampaikan, untuk masalah pembelian BBM solar bagi nelayan dan petani yang memerlukannya akan segera ditindaklanjuti dengan instansi terkait. Kepada pemilik SPBU yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng untuk kiranya dapat meladeni nelayan dan petani yang memerlukan BBM solar sesuai dengan rekomendasi yang dimilikinya, baik dari pemerintah desa dan instansi terkait.
Sedangkan untuk pengamanan terumbu karang yang dimiliki nelayan Desa Kaliasem, akan dilakukan patroli pada jam-jam tertentu (dini hari) oleh Satuan Polairud Polres Buleleng. Diharapkan informasi serta kerjasama dari nelayan untuk nantinya sama-sama menjaga dan melestarikan terumbu karang yang ada di perairan Desa Kalasiasem.
Untuk pengetahuan wawasan kebangsaan akan diusahakan dilakukan pemberian materi dari Polres Buleleng, sehingga nantinya dapat melaksanakan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila.
“Saya pernah membuat buku tentang wawasan kebangsaan, nanti akan diberikan untuk dapat dipedomani,” ucap Kapolres. (bs)

