Pengobatan Tradisional ala Pegayaman

UNTUK urusan kesehatan, sejak dahulu sebelum adanya Puskesmas, warga Pegayaman sudah terbiasa berobat dengan mendatangi balian (para ahli pengobat tradisional Pegayaman).

Di Desa Pegayaman, warga terbiasa memanfaatkan jasa balian sebagai tenaga kesehatan. Sebab, secara turun-temurun, warga Pegayaman mewarisi keahlian mampu mengobati orang sakit secara tradisional. Keahlian ini penulis perkirakan diwarisi warga Pegayaman dari nenek moyangnya yang berasal dari Blambangan, Banyuwangi yang memang terkenal digjaya, yang mampu dan ahli dalam pengobatan.

Hal ini bila dilihat dari sejarah keberadaan Islam yang berkembang di Blambangan. Diawali oleh dakwah wali Sunan Maulana Ishak. Sunan Maulana Ishak memulai dakwahnya di Bumi Blambangan dengan metode pendekatan kesehatan.

Dari cerita yang berkembang, ketika kondisi Blambangan dibawah pemerintahan Menak Sembuyu, Kerajaan Blambangan ditimpa musibah. Warga kerajaan diserang penyakit. Salah satunya yang tertimpa penyakit itu adalah putri Menak Sembuyu, yang bernama Dewi Sekar Dadu.

Jahe merah, bahan obat penghangat badan dicampur gula merah Pegayaman

Dalam keadaan yang sangat gundah, akhirnya Menak Sembuyu sebagai orang tua Dewi Sekar Dadu, membuat sayembara. Siapa yang mampu menyembuhkan Dewi Sekar Dadu, jika ia perempuan akan diangkat menjadi saudara Dewi Sekar Dadu, dan jika laki-laki akan dijadikan suaminya.

Maka pada saat itu, Sunan Maulana Ishak mencoba mengobati dengan syarat tambahan, yakni khusus untuk khusus Menak Sembuyu agar mau masuk Islam. Syarat itu disanggupi. Lantas ketika Dewi Sekar Dadu diobati, dengan seizin Allah SWT, Sunan Maulana Ishak berhadil mengobati penyakit Dewi Sekar Dau. Putri Raja Blambangan tersebut kembali sehat.

Sesuai janji Raja Menak Sembuyu, akhirnya Sunan Maulana Ishak dinikahkan dengan Dewi Sekar Dadu. Dari pernikahan tersebut lahirlah Raden Paku dan atau sering dipanggil Raden Samudro, dan kemudian terkenal dengan nama Sunan Giri.

Daun seledri untuk menurunkan darah tinggi. Caranya daun seledri direbus dan diminum

Sunan Maulana Ishak datang ke Blambangan pada tahun 1433 M. Kedatangan Sunan Maulana Ishak tersebut dalam satu periode dengan Sunan Maulana Malik Ibrahim, Syeh Subakir serangkaian program Khilafah Utsmani yang dimulai pada tahun 1404 M. Program ini dikenal dengan program wali songo.

Sunan Maulana Ishak berdakwah dengan menggunakan metode pengobatan. Itulah yang bisa dijadikan rujukan tentang kemampuan mengobati dari orang-orang Pegayaman. Kemampuan itu insya Allah mendapat warisan ilmu secara turun temurun dari nenek moyang orang Pegayaman di Kerajaan Blambangan. Dari zaman ketika Blambangan dipimpin oleh rajanya yang bernama Menak Sembuyu. Dalam sejarahnya, Menak Sembuyu mau masuk Islam (tapi pura-pura) sebagai syarat diobatinya putrinya, Dewi Sekar Dadu.

Pada saat Sunan Maulana Ishak datang ke Blambangan, kondisi kerajaan sangat tidak memperhatikan kebersihannya, sehingga wabah penyakit melanda pada saat itu.

Dari cerita di atas, dapat penulis interpretasikan bahwa sebab-musabab sebagian besar warga Pegayaman mampu sebagai tenaga pengobat, karena memang sudah diajarkan sejak masa Kerajaan Blambangan, oleh generasi-generasi murid Sunan Maulana Ishak.

Sejumlah macam atau ragam cara pengobatan tradisional Pegayaman, di antaranya yaitu :

A. Pengobatan dengan Yeh Penawar

Pengobatan ini mengunakan air putih yang sudah didoakan khusus. Air atau yeh tersebut diberikan kepada pasien yang datang dengan keluhan penyakitnya. Yeh penawar ini biasanya juga diberikan kepada ibu-ibu yang mau melahirkan agar proses melahirkannya dilancarkan.

Pengobatan dengan yeh penawar. Saranya dengan air putih biasa yang telah didoakan, sebagai obat apa saja sesuai dengan keluhan. Dengan cara diminum dan diurapkan pada tempat yang sakit

2. Pengobatan dengan Cara Nyuukang

Pengobatan ini diterapkan melalui sugesti langsung pada obyek sakit pasien dengan cara menunjuk. ditambah doa-doa khusus untuk obyek sakit pasien.

3. Pengobatan dengan Cara Mekedog

Metode pengobatan ini dilakukan dengan cara menggunakan sarana alat yang dipanaskan. Kemudian dipukulkan pada obyek yang sakit. Sarana atau alat ini bisa dari sapu lidi dan yang lainnya.

4. Pengobatan Ngecap

Pengobatan ini khusus dilakukan pada obyek telapak kaki. Dengan cara menggunakan media besi yang dibakar sampai besi berwarna putih karena panasnya, kemudian ditempelkan di telapak kaki.

Pengobatan ini diperuntukkan untuk sakit yang menggangu, khususnya di bagian kaki seperti rasa kesemutan, atau rasa sakit di bagian kaki lainnya.

Pengobatan dengan ngecap telapak kaki, sebagai obat rematik dengan menggunakan besi panas

5. Pengobatan Urut

Pengobatan urut ini untuk menterapi tulang patah. Untuk penyegaran badan. Dan urut pengobatan.

6.  Pengobatan Bekam

Pengobatan bekam dilakukan dari zaman dahulu, dari menggunakan alat tradisional dengan memakai tanduk sapi, sampai menggunakan kop modern dengan mengeluarkan darah memakai jarum.

7. Pengobatan dengan Sarana Herbal

Pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan herbal secara tradisional. Dari daun-daunan khusus atau pun dari kayu-kayu tertentu.

a. Pengobatan dengan Loloh Gamongan. Digunakan untuk mengobati agar ada selera makan.

b. Pengobatan dengan jamu beras kencur. Juga untuk gairah makan.

c. Loloh don paye. Untuk pengobatan sakit perut.

d. Loloh kunyit campur telur ayam dan telur bebek, untuk stamina.

e. Loloh don sotong. Adalah jamu untuk obat mencret.

f. Boreh beras kencur. Untuk penghangatan di kaki dan di kepala.

Selain itu, ada beberapa pengobatan sesuai jenis penyakit yang diderita pasien. Untuk mengobati penyakit dalam, misalnya, biasanya memanfaatkan loloh kunyit, loloh jangu, loloh sune cekuh, loloh baas cekuh, loloh kunyit asem, loloh temu lawak, loloh paye gamongan, loloh babakan jus, dan loloh kunyit taluh.

Untuk obat luar memanfaatkan boreh cekuh, boreh baas cekuh, boreh lengis gas, boreh jae.

Itulah di antara cara dan media pengobatan yang diterapkan di Desa Pegayaman. Biasanya pengobatan dilakukan oleh para guru ngaji, para yang dipercaya dengan keilmuannya dalam mengobati. Sampai sekarang sistem pengobatan ini masih ada dan diterapkan di Pegayaman. (y)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *