Tim DPW PPNI dan IPANI Bali Ikuti Pelatihan Skrining Hipotiroid Kongenital

DENPASAR – Tim DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bali dan Ikatan Perawat Anak Indonesia (IPANI) Bali mengikuti pelatihan “Skrining Hipotiroid Kongenital” (SHK) yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Pelatihan SHK dilaksanakan di Hotel Pop Harris Denpasar, Senin (31/10/2022).

Pelatihan “Skrining Hipotiroid Kongenital” dibuka Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. AA Sagung Mas Dwipayani, M.Kes, mewakili Kadis Kesehatan Provinsi Bali.

Kabid Kesmas dr. AA Sagung Mas Dwipayani menyampaikan pentingnya kegiatan pelatihan SHK untuk mencegah terjadinya hipotiroid pada bayi baru lahir sampai usia 14 hari setelah kelahiran. Dikatakan, sampai saat ini sudah 4 kabupaten kota di Bali yang mengirimkan sampel ke RSUP Sarjito sebagai tempat pusat rujukan SHK di Bali. Yakni Kabupaten Gianyar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan.

Fasilitas Kesehatan (faskes) diharapkan bisa menginput laporan data sampel hasil skrining melalui aplikasi e-Cohort. Menurut dr. AA Sagung Mas Dwipayani, pembiayaan tahun 2022 dianggarkan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

“SE (surat edaran-red) pelaksanaan kegiatan SHK turun pada bulan Agustus 2022. Peran pemerintah, pemda dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan akses dan cakupan pelayanan SHK,” katanya.

Diharapkan ada koordinasi dan kerjasama jejaring SHK secara berjenjang untuk memperoleh dukungan pelaksanaan SHK. Dimungkinkan akselerasi pemeriksaan sampel darah SHK di RSUP Prof. I. G.N.G. Ngoerah sebagai pusat rujukan di Bali.

Kabid Kesmas dr. AA Sagung Mas Dwipayani mengatakan, monitor SHK dilakukan secara terus menerus untuk memantau hasil pelaksanaan skrining, pengobatan hipotiroid kongenital serta logistik SHK. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *