
SABTU, 22 Oktober 2022. Hari dan tanggal ini menjadi hari dan tanggal yang sangat cantik. Demikian diungkapkan oleh AA Parwata Panji, di kediaman beliau, Puri Buleleng, pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1444 H atau 2022 M.
Beliau tampak sangat bergembira menyambut perayaan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW malam itu. Dan dalam sambutan beliau, sangat nampak jelas dari tinjauan masa lalu dan kekinian serta harapan kedepannya untuk umat Islam Buleleng agar bersatu dalam mengisi pembangunan yang ada di Kabupaten Buleleng.
Beliau melihat, waktu pelaksanaan Maulid Nabi SAW tahun ini bersamaan dengan Hari Saraswati. Dan menurut beliau ini adalah hari, tanggal, bulan, dan tahun cantik yang bisa dicatat sebagai sejarah Buleleng. Bahwa pada hari ini umat Islam Buleleng memperingati dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1444 H di Puri Kanginan Buleleng bertepatan juga dengan Hari Saraswati.
Kegiatan ini menandakan juga bahwa sinergitas dari umat Islam semenjak zaman awal berdirinya Kerajaan Panji Sakti Buleleng, peran sertanya tidak pernah pudar.
Beliau mengungkapkan dalam sambutannya, bahwa umat Islam Buleleng pertama kali dibawa oleh Raja Buleleng dari Kerajaan Blambangan, Jawa Timur sebagai bentuk kerja sama dengan Kerajaan Mataram Islam pada saat penyerangan I Gusti Anglurah Panji Sakti ke Kerajaan Blambangan.
Hal ini dibuktikan sampai sekarang dengan adanya sejumlah tempat yang bertahan dihuni oleh komunitas yang memang sejak dahulu diberikan tempat sebagai tempat mukim dan sebagai tempat pertahanan serta bercocok tanam.
Di antara lokasi tersebut yaitu Kampung Banjar Jawa, sampai sekarang penduduknya yang dari Blambangan masih ada. Penduduk ini adalah pada awalnya sebagai warga yang diberi tugas untuk memelihara gajah. Dan keturunannya sampai sekarang masih ada, yakni keturunan dari Bapak Saimun dan Bapak Mustofa.
Kemudian warga Kampung Selam Dangin Puri Buleleng. Tokoh sentral penglingsir di kampung ini adalah kumpi Nurul Mubin. Sebelumnya kumpi Nurul Mubin bertempat di Pegayaman. Kemudian diberi tugas untuk menjaga Puri Kanginan dan diberi wilayah tempat tinggal lima hektar. Sampai sekarang warga keturunan kumpi Nurul Mubin berkembang dan tetap menjaga Puri Kanginan sebagai bukti kesetiaan pada Raja.
Kemudian ke arah selatan, di puncak gunung yang dipenuhi oleh pohon gatep. Wilayah ini yang diperkirakan 2.000 hektar, diberikan kepada pasukan rekrutmen dari Blambangan yang ditugaskan untuk menjaga wilayah perbatasan (sebagai panglima perang kerajaan), dan sampai sekarang dikenal dengan Desa Pegayaman.
Dalam sambutannya, AA Parwata Panji sangat berharap dari pengalaman sejarah masa lalu kerajaan dan hubungannya dengan umat Islam, sudah sepatutnya antara Puri dan umat Islam Buleleng harus selalu bersinergi dan terus saling mengisi.
Beliau mengungkapkan, terkhusus untuk para santri yang bertepatan hari Sabtu, 22 Oktober 2022, merayakan hari jadinya, agar ketika para santri pulang dari menuntut ilmunya di pesantren, agar menerapkan ilmunya untuk membuka lapangan kerja baru di wilayah Singaraja, dan memajukan Kabupaten Buleleng.
Pada kesempatan itu juga, kami dari Desa Pegayaman berkesempatan untuk ramah-tamah dengan beliau. Beliau sangat luar biasa menyambut kami dari Desa Pegayaman. Hingga pada kesempatan ini kami dapat saling mengenal lebih dekat dan berharap kedepan selalu bisa menjadikan setiap peluang untuk memajukan program-program Puri serta pemerintahan Kabupaten Bulengan dengan konsep berbudaya dan harmoni didasari dengan filosofi menyama beraya.
Hal inilah yang kami dapatkan ketika untuk pertama kalinya kami secara pribadi dan langsung bertatap serta diskusi bersama beliau, AA Parwata Panji.
Harapan dari beliau untuk selalu bersinergi dengan umat Muslim Buleleng, juga menjadi harapan kami umat Islam Buleleng. Kedekatan serta keakraban bersama Puri akan sangat menguatkan nilai filosofi harmoni yang diwariskan oleh Raja Buleleng I Gusti Anglurah Panji Sakti. (*)





