- Tidak Pernah Dapat Bantuan Karena Namanya Beda Satu Huruf di KTP dan KK
BULELENG – Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, Bripka Putu Harysandi Mahayuda, S.H., tersentuh rasa kemanusiaannya saat melihat warga binaannya yang benar-benar miskin tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sebabnya hanya masalah perbedaan satu huruf pada namanya di KTP dan kartu keluarga (KK) dari warga miskin tersebut.
Warga miskin itu bernama Wayan Sumenasa (64) dan istrinya Made Sulindri (64). Keluarga ini hidup serba kekurangan. Rumahnya tidak layak huni. Kamarnya berukuran 2 x 1 meter. Bangunan rumah pasangan Sumenasa-Sulindri ini sudah tua. Tidak ada kasur, almari atau selimut di kamar itu. Yang terlihat hanya karpet merah dan dua bantal lusuh yang dipakai alas tidur.
Namun, selama ini mereka tidak mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah pusat dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Y aitu tadi, lantaran ada perbedaan huruf dalam namanya di KTP dan KK.
Karena itu, Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, Bripka Putu Harysandi Mahayuda, SH, bertindak cepat. Atas inisiatifnya sendiri ia mendatangi rumah keluarga tersebut. Bripka Putu Harysandi Mahayuda mengangkat Made Sulindri dari tempat tidur karena lumpuh.
Made Sulindri digendong ke mobil Polsek Sawan yang berjarak 50 meter dari rumah keluarga miskin tersebut. Sedangkan suaminya, Wayan Sumernasa dipapah menuju mobil. Selanjutnya keluarga ini diantar ke kantor Camat Sawan untuk melakukan perekaman e-KTP.
Bripka Harysandi mengatakan, tindakan yang dilakukan karena rasa kemanusiaan terhadap yang bersangkutan yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah hanya karena perbedaan satu huruf saja di KK dan KTP. Padahal dalam kenyataannya pasutri tersebut memang benar-benar hidupnya sangat miskin.
“Tidak banyak yang diharapkan dari pasangan pasutri tersebut, hanya menginginkan perhatian pemerintah sekadarnya agar bertahan hidup dari bantuan,” imbuhnya.
Selain itu Bhabinkamtibmas berusaha mencari donator, namun tidak ada yang prihatin. Akhirnya dengan inisiatif sendiri menghubungi rekan-rekannya di Polres Buleleng dan Polsek Sawan untuk bisa memberikan donasi yang digunakan membeli kasur dan bantal. Setelah itu diserahkan langsung kepada pasutri tersebut. (bs)

