- Jadi Rute Kopdar 3 Pesepeda Buleleng
BULELENG – Cukup banyak pesepeda di Buleleng, Bali yang sudah mengetahui tentang relief orang bersepeda di Pura Maduwekarang, Desa Kubutambahan. Relief itu merupakan gambar seorang artis eropa bernama W.O.J. Nieuwenkamp yang pernah datang ke Bali utara pada tahun 1904.
W.O.J. Nieuwenkamp sengaja membawa sepeda, sebagai alternatif tranportasi selama ada di Bali. Banyak yang memperkirakan bahwa Nieuwenkamp-lah yang pertama kali memperkenalkan sepeda bagi masyarakat Bali utara. Terbukti dengan relief orang bersepeda di Pura Meduwekarang yang sudah ada sekitar tahun 1906, dua tahun setelah kedatangan Nieuwenkamp pertama kali ke Bali utara.
Sepeda bukan lagi menjadi benda yang istimewa di Buleleng, Bali. Hingga saat ini, kita masih bisa melihat banyak sepeda yang seliweran di jalanan Buleleng, Bali. Hal inilah yang menjadi dasar, dalam pemilihan rute bersepeda pada acara Kopdar Bike 3, Sabtu (17/9/2022).
Acara Kopdar Bike ini merupakan ajang bertemunya para pecinta sepeda di Buleleng, Bali. Acara bulanan ini telah masuk sesi yang ketiga, dengan mengambil start di Angkringan Mula Keto, Kubujati, Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali. Rute dalam Kopdar Bike 3 ini dari Kubujati menuju Pura Maduwekarang. Para pesepeda diajak untuk menyusuri sebagian rute perjalanan Nieuwenkamp di Bali utara.
“Acara ini susah luar biasa sekali, jadi kita memperkenalkan kembali sejarah-sejarah yang sudah tenggelam, dibangkitkan lagi. Mudah-mudahan acara ini bisa dilakukan secara periodiklah, untuk mengenang sejarah-sejarah di Kubutambahan dan Buleleng,” ujar Kadek Sukatama, peserta yang baru pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike ini.
Tanggapan lain datang dari Gede Arsadi, yang juga pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike. “Club apa pun itu, kalau sudah tanpa event, pasti akan pasang surut animonya. Kalau ada kegiatan yang periodik seperti ini kan bagus ya. Tidak perlu besar acaranya, yang penting bisa kumpul, bisa bertemu dengan para penghobi sepeda,” ungkapnya.
Kopdar Bike 3 kali ini diikuti sekitar 25 peserta. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Kubujati menuju Maduwekarang sekitar 20 menit dengan panjang rute 10 km. Secara umum acara Kopdar Bike ini masih tetap sama dengan dua acara sebelumnya. Dalam Kopdar Bike 3 ini masih memilih rute-rute yang memiliki nilai sejarah di Buleleng. Tema ini sengaja dipilih untuk memperkenalkan kembali kekayaan sejarah Buleleng.
Hary Sujayanta, yang kali ini menjadi penanggungjawab Kopdar Bike 3, mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk konsistensi dalam membangun kembali semangat bersepeda yang dibalut sejarah. “Secara umum, acara kali ini sama dengan acara 1 dan 2. Bedanya hanya rute dan temanya, yang kali ini kita memilih rute ke timur yang terkait dengan sejarah sepeda di Buleleng,” ucapnya.
Kopdar Bike merupakan acara kumpulnya pesepeda di Buleleng yang di gelar satu bulan sekali. Acara ini digagas oleh tiga tempat nongkrong di Buleleng, yaitu Kedai Kopi Dekakiang, Dangke Cafe dan Angkringan Mula Keto. (bs)

