Program TJSL Pelindo Diapresiasi Pemkab Buleleng

  • Berikan Bantuan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Tempat Ibadah

BULELENG – Pemkab Buleleng memberikan apresiasi atas bantuan berupa Program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Bali Nusra yang diberikan kepada sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan hingga sarana ibadah.

Pada acara penyaluran program TJSL PT. Pelindo (Persero) Sub Regional Bali Nusra di Pelindo Celukan Bawang, Selasa (30/8/2022) hadir Asisten Administrasi Umum Sekda Buleleng, Ir. Nyoman Genep, Deputy Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sub Regional Bali Nusra, Sulistianingsih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Gede Melandrat, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) MadeAstika, General Manger (GM) Pelindo Celukan Bawang, Zanuar Eka Wijaya, Kepala Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Celukan Bawang I Gusti Komang Arbawa, serta Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang AKP Putu Edy Sukrawan.

“Kami terus memberikan apresiasi kepada Pelindo di tengah keterbatasan sumber anggaran pemerintah daerah dan kondisi masyarakat dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi memberikan bantuan berupa TJSL digulirkan untuk masyarakat di berbagai sektor,” ujar Asisten Administrasi Umum Sekda Buleleng, Ir. Nyoman Genep.

Menurutnya, bantuan TJSL dari sejumlah perusahaan akan dilakukan terintegrasi dengan program pemerintah agar bisa meng-cover semua sektor yang membutuhkan melalui bantuan sosial perusahaan. Untuk itu, Genep menyebut akan melakukan identifikasi terhadap bantuan dari program TJSL dengan membentuk sebuah tim termasuk membentuk forum perusahaan untuk mendata program TJSL-nya.

“Ini untuk lebih mudah mengarahkan, termasuk kita sudah memiliki program yang bisa terintegrasi dengan bantuan TJSL dari perusahaan baik BUMD maupun BUMN di Buleleng. Kita di Pemkab sangat butuh dengan bantuan TJSL untuk membangun masyarakat Buleleng,” imbuhnya.

Sementara itu, bantuan TJSL tahap satu tahun 2022 dari Pelindo senilai Rp 215 juta disalurkan kepada sejumlah lembaga pendidikan, sarana ibadah maupun lingkungan hidup. Di antaranya bantuan peningkatan kualitas pendidikan untuk sejumlah SD, pesantren, tempat ibadah, serta untuk desa adat.

Deputy Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sub Regional Bali Nusra, Sulistianingsih, mengatakan, Pelindo melalui TJSL-nya memiliki pogram perioritas yang diadopsi dan diolah dari Bappenas RI dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam konteks ini, Sulistianingsih menyebut Pelindo memiliki 3 program prioritas, yakni soal lingkungan, pendidikan dan penguatan UMKM.

“Untuk lingkungan kita ada beberapa program darat dan laut, ada penghijaun dan penanaman mangrove, pengelolaan sampah serta pelestarian penyu, terumbu karang, dan pembuatan lamun,” kata Sulistianingsih.

Sementara soal pendidikan ada pelatihan dan bantuan peningkatan kualitas pendidikan. Untuk UMKM lebih diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk diantaranya soal kesehatan. ”Biasanya di masyarakat pesisir erat kaitannya dengan stunting, nantinya akan ada pengelolan penanganan terkait gizi buruk juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sulistiningsih mengatakan, terkait TJSL, pihaknya telah meminta Pemkab Buleleng untuk membentuk forum CSR/TJSL yang anggotanya perushaan BUMD dan BUMN. ”Di forum ini untuk memudahkan koordinasi program TJSL agar lebih fokus dan sejalan dengan program pemerintah daerah,” tandasnya.

Sedangkan GM Pelindo Celukan Bawang, Zanuar Eka Wijaya, mengatakan, sejak Covid-19 mulai melandai ada peningkatan eskalasi di Pelabuhan, namun belum signifikan. Dia berharap kondisi perekonomian bisa segera pulih seiring dengan semakin membaiknya penanganan Covid-19. “Paling tidak jika kondisi ekonomi membaik ada peningkatan kegiatan di pelabuhan tentu akan berimbas pada kemampuan perusahaan menyalurkan bantuan TJSL kepada masyarakat,” tandasnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *