BULELENG – DPK Peradah Buleleng menggelar program “ngejot”, Minggu (7/11/2021). Program “ngejot” dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Banjar Dinas Tukad Juwuk, Desa Selat, Kecamatan Sukasada dan di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Sasaran program “ngejot” adalah lansia yang tidak mampu. Sebanyak 37 lansia kurang mampu di dua lokasi tersebut mendapatkan “ngejot’ dari DKP Peradah Buleleng.
“Harapan tiyang (saya-red) sebagai generasi muda, program “ngejot” ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak yang bisa dibantu. Semoga rekan-rekan generasi muda dapat terketuk hatinya untuk ikut ambil bagian dalam program ini dengan menjadi donatur, baik berupa dana ataupun berupa sembako atau yang lainnya,” kata Ketua DPK Peradah Buleleng, I Gede Widiantara, S.Sos.
Dikatakan, tujuan DPK Peradah Buleleng melaksanaan program “ngejot” menjalan dharma agama dan dharma negara. “Tujuan kami adalah menjalankan dharma agama dan dharma negara melalui gerakan-gerakan sosial seperti Program Peradah Ngejot yang kami lakukan saat ini,” ujarnya.
Menurut Widiantara, lewat gerakan-gerakan sosial, pihaknya ingin mengajak umat untuk beragama laku, bukan agama teori. “Karena apa yang kita warisi saat ini adalah agama laku (laku agama), bukan hanya sekadar teori. Selain hal tersebut, kami juga ingin lebih memasyarakatkan Peradah agar dikenal juga oleh masyarakat secara luas,” jelasnya.
Program Peradah Ngejot kali ini dilaksanakan atas kerjasama DPK Peradah Buleleng beberapa pihak. Diantaranya Gema Perdamaian Echo of Peace, ISWATAH Mpu Kuturan, Pasraman Pasir Ukir dan beberapa donatur lain. (bs)

