KARANGASEM – Gempa bumi yang terjadi pada 16 Oktober 2021 yang berpusat di darat 8 km barat laut Karangasem dengan kekuatan magnitudo 4.8 SR masih menyisakan masalah pada masyarakat Desa Ban, khususnya Dusun Jatituhu, di Karangasem. Daerah tersebut kekurangan air bersih.
Berangkat dari asesmen yang dilakukan relawan MDMC Muhammadiyah Bali, LAZISMU Bali menyumbangkan tiga tandon air yang berukuran 5.500 liter pada Minggu (31/10/21).
Miftah Nurrahman, ST, Ketua Lazismu Bali, saat ditemui oleh awak media pada acara serah terima tersebut mengatakan, Muhammadiyah ingin selalu hadir dalam setiap aktivitas kemanusiaan. Apalagi jika terjadi bencana, Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC, akan selalu turut serta membantu tanpa melihat perbedaan agama, suku, ras dan sebagainya.
“Ini komitmen Muhammadiyah,” ujar Bang Miftah, sapaan akrab Ketua Lazismu Bali yang juga pengusaha air conditioner (AC) Bali ini.
Perbekel Desa Ban, Gede T Sugiantara, menyampaikan rasa terimakasih yang tinggi terhadap Persyarikatan Muhammadiyah Bali, khususnya Lazismu dan MDMC. “Tandon ini program ketiga yang sudah diterima oleh masyarakat kami. Satu hari paska gempa, relawan Muhammadiyah (MDMC) sudah datang ke sini dengan membawa bantuan paket yang terdiri sembako, terpal, air mineral dan lainnya. Lalu ada Lazismu dari Gerokgak, Buleleng dan sekarang tiga tandon air 5.500 liter,” ungkapnya.
Turut serta dalam penyerahan tiga tandon air tersebut, Kalaksa BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, Camat Kubu Nyoman Suratika dan Kepala Dusun Jatituhu penerima manfaat.
Di tempat yang sama, Edo Dones, Sekretaris Eksekutif Lazismu Bali, yang turut turun dalam penyerahan tandon tersebut menyatakan terimakasih yang tak terhingga pada donatur yang sudah mempercayai Lazismu Bali dalam turut serta peduli bencana gempa Karangasem.
“Semoga apa yang sudah diberikan berguna bagi masyarakat,” ujar pengusaha pest control ini. (bs)

