MUSDA TIDAR BALI DESAK PEMERINTAH KAJI ULANG PERSYARATAN PCR PENERBANGAN KE BALI

Gus Yoga Terpilih Jadi Ketua

MANGUPURA – Acara puncak Musyarawah Daerah (Musda) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Bali yang pertama menetapkan IB Yoga Adi Putra, SH, MKn sebagai ketua secara aklamasi melalui sidang pleno, yang dilaksanakan di Springhills Tulip Resort di kawasan Jimbaran Badung, Minggu (23/10/2021) siang.

“Saya siap untuk memimpin PD TIDAR Bali lima tahun ke depan. Dan bersama pengurus lainnya, akan berupaya sekuat tenaga untuk terus menjalin koordinasi dengan akar rumput di seluruh Pimpinan Cabang (PC) Se Bali,” kata Gus Yoga sapaan akrabnya.

Pastinya, tambah Gus Yoga, kepemimpinan ketua sebelumnya menjadi cerminan buat dirinya agar bisa berbuat lebih baik lagi dan mempertahankan capaian yang sudah ada saat ini. “Untuk program kedepannya, TIDAR Bali siap berkolaborasi dengan seluruh komponen pemuda Bali, agar semakin dekat dan menjadi jembatan penghubung antara anak muda dan Partai Gerindra,” ujarnya.

Di tempat yang sama Ketua PD TIDAR Bali demisioner, Fabian A Cornellis, menyampaikan, bahwa dengan terpilihnya Gus Yoga sebagai Ketua TIDAR Bali, regenerasi pengkaderan ditubuh TIDAR Bali memang sudah disiapkan secara matang. Gus Yoga salah satu kader senior TIDAR Bali, walaupun secara usia masih sangat muda, tapi pengalaman dan kemampuan sudah mumpuni.

“Saya berkeyakinan TIDAR Bali akan semakin berkembang ke depan, baik secara kualitas dan kuantitas,” kata Fabian.

Bung Fabian menambahkan, Musda TIDAR Bali juga menghasilkan beberapa rekomendasi. Selain internal, juga eksternal. Rekomendasi eksternal TIDAR Bali adalah meminta pemerintah mengkaji ulang terkait PCR untuk perjalanan udara.

“Salah satu sektor ekonomi utama Bali adalah Pariwisata, jika perjalanan wisatawan ke Bali terganggu oleh persyaratan PCR, ini sangat disayangkan, bukankah seluruh penumpang pesawat udara sudah divaksin, bahkan sudah vaksin kedua rata-rata, ini langkah mundur,” katanya.

Bung Fabian berharap, kegiatan-kegiatan kementerian maupun perusahaan swasta bisa dialihkan ke Bali, agar menjadi stimulus ekonomi Bali yang sudah berada titik terbawah dari beberapa dekade terakhir. Bali jangan sampai kolaps gara-gara pemerintah pusat salah dalam menangani isu-isu pariwisata. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *