NU DIHARAPKAN TERUS BERI KONTRIBUSI BAGI KEMAJUAN BULELENG

BULELENG – Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Buleleng diharapkan terus memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah Buleleng ke depan. Lewat program-programnya, NU juga diharapkan terus memberi manfaat bagi umat.


Hal itu disampaikan Bupati Buleleng, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Nyoman Sumertajaya, saat membuka Konferensi Cabang IX NU Kabupaten Buleleng di Singaraja, Minggu (17/10).


Menurut Bupati, NU merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia, dan mayoritas. Karena itu, segala aktivitas yang menjadi program NU di Kabupaten Buleleng, Pemkab siap untuk mendukung. Diharapkan, NU terus dapat eksis dan turut memberi kontribusi dalam pembangunan, khususnya di Buleleng.


Bupati juga berharap konferensi menghasilkan pengurus yang mampu menjalankan organisasi untuk ikut memberikan andil dalam pembangunan di daerah. Serta menghasilan program-program yang dapat memberikan manfaat bagi umat.


“Kami berharap pengurus NU bisa bersinergi dengan Pemkab Buleleng untuk kemajuan daerah Buleleng ke depan,” ujarnya.

Diharapkan, NU juga bisa merangkul elemen masyarakat di daerah ini. “Dengan kemajemukan penduduk dan luas daerah Buleleng ini, dengan latar belakang yang berbeda, kami harapkan tetap dijaga persatuan dan kesatuan dan mengedepankan rasa nasionalisme,” harapnya.


Konfercab IX NU mengambil tema “Meningkatkan Peran Serta Potensi Generasi Milenial Antara Cita-cita dan Realitas Masa Kini Dalam Rangka Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama”. Ketua PCNU Kabupaten Buleleng, H. Rahmat Al Baihaqi, menegaskan, pada hakikatnya, sebagai kader NU tidak akan pernah berhenti berjuang selama dikaruniai nafas oleh Allah SWT. “Mudah-mudahan kita semua selalu sehat walafiat dan berjuang demi kejayaan bangsa dan negara kita,” ujarnya.


Sementara Wakil Ketua PWNU Provinsi Bali, H. Saifuddin Azis, menegaskan, sejak lahir pada 1926, kontribusi NU bagi Indonesia sangat besar untuk keselamatan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Lewat pondok pesantren, NU menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta Tanah Air.


Menurutnya, sejak awal Kemerdekaan dengan Resolusi Jihad untuk melawan pendudukan kembali oleh Sekutu, pemberontakan DI/TII hingga kelompok intoleran, NU punya peran penting. NU juga merupakan ormas pertama yang menyatakan Pancasila sebagai satu-satunya azasnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *