BULELENG – Untuk memastikan penerapan prokes ketat dalam proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K., S.H., M.Si., melaksanakan pemeriksaan mendadak (sidak) di dua sekolah menengah atas di kota Singaraja.
Sekolah pertama yang dikunjungi Kapolres Buleleng adalah SMK Negeri 1 Singaraja. Saat sidak sedang dilaksanakan kegiatan belajar mengajar oleh para guru dan siswa di ruang kelas. Kedatangan Kapolres Buleleng yang tidak disangka-sangka oleh pihak sekolah saat itu disambut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
Satu per satu ruang belajar mengajar yang ada di SMK Negeri 1 Singaraja dilihat Kapolres Buleleng didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Salah satu Kelas 10, di ruang Kelas Teori UPW 3, terlihat jarak antara siswa berdekatan dan ada siswa serta guru yang melepas masker. “Tolong pakai masker yang baik apalagi dalam satu ruangan dan jangan mengabaikan prokes Covid-19,” ujar Kapolres Buleleng.
Dengan seketika guru dan murid-murid langsung menggunakan masker yang benar dan baik. Saat itu juga Kapolres menyampaikan kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan untuk benar-benar menerapkan prokes dengan ketat dan bila ada siswa yang belum divaksin untuk tidak mengikuti belajar mengajar di sekolah, lakukan dengan daring dan segera diberikan vaksin.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan prokes Covid-19 di SMK Negeri 1 Singaraja sudah dilaksanakan dengan ketat mulai dari masuk halaman sekolah dilakukan pemeriksaan suhu badan dan penyemprotan tangan dengan hand sanitizer. Sebelum masuk ruangan kelas juga terdapat hand sanitizer. Hanya 9 siswa yang belum divaksin sehingga tidak dapat mengikuti belajar mengajar di sekolah. Sedangkan seluruh guru sudah semua divaksin sebanyak dua kali.
Setelah sidak di SMK Negeri 1, Kapolres Buleleng menuju SMA Negeri 1 Singaraja. Rupanya kedatangan Kapolres Buleleng tercium oleh Kepala Sekolah Made Sri Astiti, M.Pd., yang langsung menemuinya dan mengantarkan ke ruangan-ruangan kelas melihat penerapan prokes Covid-19 terutama dalam penggunaan masker. Di SMA Negeri 1 Singaraja hanya terlihat beberapa siswa yang tidak menggunakan masker dengan benar dan tepat, yaitu tidak menutupi hidung. Namun secara umum atau keseluruhan sudah menggunakan masker dengan benar dan baik.
Kepala SMAN 1 Singaraja mengatakan, untuk anak-anak siswa sebanyak 8 orang yang belum divaksin tidak dapat mengikuti belajar mengajar di sekolah dan dilakukan dengan daring. Sedangkan seluruh guru sudah divaksin sebanyak dua kali. Kapolres Buleleng menyampaikan, terhadap siswa termasuk orang tuanya yang belum divaksin segera berikan datanya ke Polres Buleleng. Nanti dari pihak Polres siap untuk memberikan vaksin.
“Agar pihak sekolah tetap dengan ketat memberlakukan prokes Covid-19, mulai dari mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” imbuhnya. (bs)

