
KATA “ngarak” disini dalam bahasa Loloan berarti mengantar. Sedangkan kata “nganten” juga dalam bahasa Loloan yang berarti mempelai pria. Tradisi ngarak nganten ini tergolong unik dan khas guyup Melayu Bugis Loloan, sebuah kelurahan yang terletak di Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
Pada tahun 1980-an, ngarak nganten merupakan hari yang dinanti-nanti masyarakat, karena merupakan pertunjukan seni rebana yang mengiringi nganten dari rumah kerabatnya menuju ke rumah mempelai wanita sebagai tontonan gratis sepanjang jalan yang dilalui oleh nganten tersebut. Para pendamping nganten di kanan dan kiri diterangi dengan penerangan dari lampu petromak yang populer di tahun 1980-an.

Suasana yang khidmat dengan iringan sholawat pujian kepada junjungan kita semua, yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW terus dilantunkan bersama-sama dengan irama yang khas. Belum lagi dengan para pengiring nganten yang merupakan barisan pemuda yang menarikan tarian silat khas Loloan kala itu.
Pertunjukan atraksi silat dari para pengiring nganten dimulai saat nganten telah tiba di pintu gerbang kediaman mempelai wanita, dengan berbalas pantun pembuka antara pihak nganten kepada pihak penerima nganten, yang merupakan perwakilan keluarga mempelai wanita. Tradisi berbalas pantun ini juga cukup ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang menyaksikan saat nganten tiba di rumah mempelai wanita.

Sejak tahun 1990 suasana ngarak nganten semakin semarak, karena berbagai jenis peralatan mulai digunakan untuk mengarak nganten, seperti cikar, tandu ala Jenderal Besar Sudirman, skate board, dll. Hal ini merupakan ide kreatif dari sahabat dekat sang nganten pria, sebagai momen yang tepat untuk memplonco sang nganten sebagai tanda lepas terune.
Yang unik juga, ngarak nganten tempo dulu hanya dengan penerangan oncor, sebutan untuk obor dalam bahasa Loloan. Juga saat menyeberangi sungai Ijo Gading yang kala itu jembatan sering hanyut terkena banjir besar, nganten dinaikkan ke atas sampan dan para pengiring juga menaiki sampan. Hal ini saat ini sudah tidak dilakukan lagi karena jembatan penghubung timur dan barat sungai sudah permanen dan mudah dilewati. (bs)

