KEMBANGKAN WISATA DESA PANJI ANOM, UNDIKSHA LAKUKAN PEMBINAAN

BULELENG – Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng mempunyai potensi wisata yang luar biasa. Untuk mengembangkannya, diperlukan pembinaan terutama Pokdarwis, bagaimana potensi tersebut dapat digarap maksimal sehingga bisa mendatangkan wisatawan, dan memberi kesejahteraan masyarakat kepada masyarakat.

Untuk itu, tiga dosen Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memberikan pembinaan perintisan pengembangan wisata di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (11/8/2021).

Pertemuan pembinaan dilaksanakan di restoran di atas sawah terasering. Tiga dosen yang melaksanakan PkM tampak hadir, yakni Dr. Wahjoedi, Drs. Putu Panca Adi, M.Pd, dan Dr. Hendra Mashuri. Sementara hadir Perbekel Panji Anom, I Made Gina, Kadus Abasan, I Putu Wija Negara, Ketua Pokdarwis I Ketut Sujana, Ketua BUMDes Panji Anom, Ni Nyoman Sudiasih, pemilik restoran, Budi, dan sejumlah aktivis Mapala.

Menurut Perbekel I Made Gina, Desa Panji Anom memiliki sejumlah potensi wisata. Di antaranya view sawah terasering yang indah, trekking, air terjun, dan wisata reliji. Juga direncanakan adanya penangkaran. Serta areal pertanian, berupa subak basah dan subah abian. “Di sana ada nilai budayanya,” katanya.

Menurut Gina, yang menjadi masalah kendala selama ini akses jalan utama menuju objek wisata. “Mungkin bapak-bapak sudah merasakan sendiri. Ini yang menjadi kendala kami. Sehingga ke depan kami akan fokus ke akses jalan ini,” paparnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Pokdarwis Ketut Sujana. Menurutnya, Darwis di sana dirintis 2016. “Potensi yang kami miliki yang pertama view, air terjun dengan trekkingnya dengan waktu tempuh 2,5 sampai 3 jam), wisata reliji,” katanya.

Selain itu, di Panji Anom juga ada potensi kerajinan, ada kelompok lebah madu dengan rencana pengembangan wisata bagaimana cara panen madu. “Kelompok Wanita Tani (KWT) juga punya usaha kuliner. Itu semua merupakan potensi yang perlu dikembangkan,” jelasnya.

Sujana juga mengaku akses jalan merupakan kendala utama. “Itu yang kami butuhkan sekali. Jalan masih sempit dan keadaannya kurang bagus,” ujarnya.

Ketua BUMDes Panji Anom, Ni Nyoman Sudiasih, mengatakan, di Panji Anom KWT yang membuat olah-olahan dari hasil pertanian. Nantinya BUMDes akan menampung olah-olahan untuk dipasarkan sebagai potensi kuliner Desa Panji Anom.

Sementara menurut Dr. Wahjoedi, Desa Panji Anom memiliki potensi wisata yaang luar biasa. “Saat ini kita berada di tengah-tengah keelokan alam yang luar biasa. Ini pantut kita syukuri. Puncak landep adalah sebuah landscape view yang luar biasa. Namun, rasa syukur akan lebih punya makna kalau dibarengi dengan perencanaan, pemetaan, dan pengelolaan yang bisa mendatangkan kesejahteraan. Punya nilai ekonomi untuk warga dan masyarakat,” paparnya.

Selain itu, kata praktisi wisata alam ini, potensi wisata lainnya juga dimiliki Desa Panji Anom, seperti hutan, perkebunan, serta air terjun. “Ada trekking yang luar biasa, tinggal nanti sentuhan-sentuhan penyempurnaan,” jelasnya.

Sementara Putu Panca Adi berjanji bahwa Undiksha akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar potensi wisata di Panji Anom benar-benar berkembang. Ia berpesan, agar masyarakat Desa Panji Anom terus menjaga kekompokan dan bergerak bersama mengembangkan potensi wisata yang dimiliki desa ini. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *