WALIKOTA JAYA NEGARA IKUTI SESI COACHING PEMBEKALAN KEPALA DAERAH

DENPASAR – Pelaksanaan pembekalan pemerintah dalam negeri bagi bupati/wali kota seluruh Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum lama ini dilanjutkan dengan pelaksanaan Coaching, Rabu (23/6/2021) secara virtual.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengikuti pelaksanaan pembinaan atau coaching bersama empat walikota di Indonesia, yakni Walikota Semarang, Blitar, Pekalongan dan Mataram. Untuk diketahui bahwa Walikota Jaya Negara masuk dalam gelombang I Angkatan II mengikuti pembekalan bersama bupati/walikota terpilih dalam pilkada serentak.

Pelaksanaan pembinaan diisi langsung oleh Coach atau Pembina Dra. Hartini, MM dari Widyaiswara Kementerian Dalam Negeri. Pembahasan dilaksanakan bersama dari pelaksanaan kepemerintahan hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Walikota Jaya Negara didampingi Kepala Bappeda Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kepala BKPSDM Wayan Sudiana Kabag Organisasi, Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Mertha, serta Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah, I Dewa Made Puspawan.

Walikota Jaya Negara turut serta dalam pembahasan terkait peningkatan SDM di Pemkot Denpasar. Jaya Negara menyampaikan pembahasan dalam diskusi bersma melalui virtual ini sangat baik dengan tuntunan dari pembimbing Kementerian Dalam Negeri. Dalam penataan Reformasi Birokrasi di Pemkot Denpasar terus melakukan langkah peningkatan SDM yang ada.

“Tentu masukan yang telah diberikan dari pembina dan pembahsan bersama dengan Kepala Daerah yang mengikuti pembinaan ini dapat menjadi masukan kami dalam melakukan langkah peningkatan kualitas SDM,” ujar Jaya Negara.

Sementara Dra. Hartini, MM menyampaikan bahwa pembahasan ini ditengah situasi pandemi dengan tidak mengurangi makna melalui pertemuan secara maya. Walikota maupun bupati sebagai pemimpin dapat terus meningkatkan inovasi meski dalam keterbatasan masa pandemi. Peningkatan SDM dapat terus ditingkatkan melalui pola yang efektif dan efisien.

“Semangat bersama dalam pembahasan dan diskusi saat ini tidak mengurangi makna meski dalam pertemuan maya secara,” ujarnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *