“KONDOW”, MENU KHAS WARISAN MASA SILAM MASYARAKAT LOLOAN, JEMBRANA

LOLOAN memang menyimpan banyak khazanah sejarah sisa-sisa kejayaan peradaban masa silam. Begitupula tentang makanan khas yang cukup beragam. Salah satunya kuliner kondow, menu istimewa yang dahulu dipergunakan sebagai bekal berlayar ke tengah lautan.

Selain dibawa sebagai bekal berlayar, menu kondow ini juga merupakan menu istimewa untuk menjamu para tetamu yang datang berkunjung ke rumah panggung di Loloan abad ke-18 Masehi. Menu khas kondow ini disajikan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang.

Menu ini sebenarnya diadopsi oleh masyarakat Loloan dari jamuan menu para bangsawan Bugis di abad ke-17 Masehi. Di antara keunikan rumah panggung Loloan yang telah bertahan ratusan tahun, makanan khas yang sudah mulai terlupakan di masa sekarang adalah menu lauk kondow yang berbahan dasar daging sapi yang sudah difermentasi.

Ya bahan dasar lauk kondow adalah daging sapi segar yang diawetkan dengan teknik fermentasi alami oleh masyarakat Loloan.

Sejarah lauk kondow bermula pada masa perniagaan di Bandar Loloan. Banyak para saudagar yang berlayar berniaga ke pelabuhan-pelabuhan yang ada di zaman nusantara.

Berbekal daging sapi yang telah difermentasikan, para saudagar tersebut bisa berhari-hari berada di tengah lautan. Menjelang abad ke-18 Masehi, lauk kondow merupakan menu istimewa bagi jamuan para tamu yang berkunjung ke Loloan, terutama pada saat para Raja-Raja Jembrana datang berkunjung ke Loloan, maka masyarakat Loloan tiada lupa menyuguhkan dan menyajikan menu kondow tersebut ditemani nasi plus sayur bening jagung muda.

Saat ini nasi lauk kondow sudah tersedia di warung rumah panggung Kampung Cempake Loloan Barat, tepatnya di rumah Bang Nasih. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *