WABUP SUIASA PANTAU PELAKSANAAN VAKSINASI DI KUTA SELATAN

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung beserta tim vaksinator dan tim kesehatan gencarkan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat dalam memperluas zona hijau, baik di Kuta maupun di Kuta Selatan. Seperti halnya pelaksanaan vaksinasi di Kuta Selatan yang dilaksanakan di Royal Tulip Springhill Resort Jimbaran dan Karma Group Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan yang dipantau langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kamis (22/4/2021).

Turut mendampingi dalam pemantauan tersebut Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Jimbaran I Ketut Rimbawan serta dihadiri juga GM. Royal Tulip Springhill Jimbaran Ni Made Yuliantini, GM. Karma group Jimbaran Ni Made Widyari. Pelayanan vaksinasi di tempat ini melibatkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Badung, RSD Mangusada, Puskesmas Kuta Selatan, tim kesehatan dari RSPTN Unud dan jumantik Badung.

Pada pemantauan di kedua tempat ini, Wakil Bupati I Ketut Suiasa beserta tim Covid-19 juga sekaligus menyaksikan dan memperhatikan pola, alur dan skema jalannya pemberian vaksin dari pendaftaran, pengecekan tensi darah, penyuntikan vaksin sampai penerimaan sertifikat vaksin.

Wabup Suiasa menyampaikan sangat mengapresiasi langkah penggerak pariwisata Badung dalam hal ini manajemen Tulip Springhill Resort dan Karma group Jimbaran serta para vaksinator dan tim kesehatan baik dari RSUD Mangusada Badung, Dinas Kesehatan dan tim Puskesmas Kecamatan Kuta Selatan yang sudah bersinergi memberikan ruang dan tempat vaksinasi bagi karyawan hotel maupun spa dan masyarakat sekitar di daerah Jimbaran juga Kuta Selatan dalam upaya memperluas zona hijau khususnya di Kuta Selatan.

“Langkah-langkah seperti ini sangat kami apresiasi dan sangat dibutuhkan dalam memerangi Covid-19. Kami Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen terus bergerak memberikan pelayanan cepat dan tepat kepada seluruh masyarakat sehingga memberikan kepercayaan kehidupan yang positif bagi masyarakat di Kuta Selatan dan Badung,” ujarnya, seraya mengatakan ini menjadi sebuah tantangan bagi Badung dan masyarakat untuk membawa Badung menuju ke zona hijau dalam menyambut pembukaan pariwisata yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Mengingat Kabupaten Badung yang sebagian besar masyarakatnya mengandalkan perputaran ekonomi dari sektor pariwisata, sinergitas dan kolaborasi ini sangat penting karena pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. “Inilah pentingnya langkah secara bergandengan tangan bersama dalam memerangi Covid-19. Mari kita jaga sinergitas dan kebersamaan ini demi kesehatan kita bersama untuk menuju Badung yang kuat dan bermartabat, tentu dibarengi dengan masyarakatnya yang sehat,” ajaknya.

Suiasa juga mengajak masyarakat yang belum maupun yang sudah divaksin untuk tetap memakai masker dan tetap menaati protokol kesehatan. Karena kalau ini bisa diwujudkan kehidupan akan kembali normal dan perputaran ekonomi akan kembali bersemi. Diharapkan juga kepada masyarakat yang akan divaksin hari ini untuk memberikan ruang dan prioritas bagi para lansia.

“Sehatmu adalah sehatku, sehatku adalah sehatmu. Marilah kita jaga betapa mahal dan besarnya nilai arti sehat tersebut. Semoga vaksinasi ini dapat berjalan lancar dan saya mengajak masyarakat untuk tetap taat pada protokol kesehatan serta tidak ada lagi klaster baru,” kata Suiasa, seraya menambahkan untuk vaksinasi di Royal Tulip Springhill Jimbaran sebanyak 500 vaksin dan di Karma Group Jimbaran sebanyak 200 vaksin.

Sementara itu GM Karma Group Jimbaran Ni Made Widyari mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung beserta jajaran serta tim vaksinasi atas sinergitasnya dalam memberikan pelayanan vaksinasi kepada para karyawan dan karyawati serta masyarakat setempat. Dikatakan, kebersamaan dan kolaborasi ini sangat memberikan arti bagi manajemen mereka serta masyarakat setempat.

“Dengan telah divaksinnya para karyawan dan karyawati serta masyarakat dapat memberikan kepercayaan diri kepada mereka terkait pencegahan Covid-19 yang telah menghambat nafas pariwisata Badung dan Bali. Kami berharap dengan vaksinasi ini kita dapat bernafas lega apalagi Badung dan Bali menjadi zona hijau. Dengan hal tersebut tentu denyut kehidupan pariwisata bisa hidup lagi serta masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti dulu,” katanya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *