SATE ASEM, SATE KHAS LOLOAN NEGARA, BALI

VARIASI kuliner ciri khas Loloan, Jembrana, Bali memang bercorak kental akan nuansa tradisi masakan para bangsawan Bugis yang disajikan spesial untuk tamu-tamu, terutama para Raja Jembrana kala itu.

Sate Loloan yang lebih populer di masyarakat guyup Melayu Bugis Loloan dengan nama sate asem, sangat menggoyang selera kita. Ditemani kuah tim (gulai kambing bahasa Loloan) yang kental dengan rempah-rempah mericanya.

Sate asem berbahan dari daging sapi segar yang diambil daging jenis lulur khusus untuk sate. Daging dicincang kecil-kecil hingga halus. Setelah halus daging tersebut dicampur gula merah dan asem lunak serta diberikan bumbu-bumbu khas ramuan ala Loloan.

Selama proses mencampur daging dengan asem dan gula merah yang telah dihaluskan, daging terus diremas-remas dengan tangan yang dilapisi sarung tangan plastik agar proses tetap higienis. Proses ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Daging yang telah berbumbu didiamkan selama 30 menit agar bumbu-bumbu meresap menyatu dengan gula merah dan asem lunak tersebut di dalam ember atau wadah plastik. Bahan sate sudah siap diberikan katik sate (kayu kecil sebagai tusuk sate bahasa Loloan).

Sate asem yang sudah siap dibakar ditempatkan wadah pelepah kelapa, dan diatur berjajar di tempat pembakaran sate yang berbahan arang atau batok kelapa. Setelah melalui proses pembakaran selama 15 menit maka sate asem siap disajikan.

Sate asem, menjadi ciri khas menu yang populer pada upacara tradisi yang ada di masyarakat guyup Melayu Bugis Loloan dan beberapa desa di sekitar Kecamatan Negara hingga ke Kecamatan Melaya. (bs)

Foto-foto Eka Sabara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *