TIM GABUNGAN YUSTISI DENPASAR GELAR OPERASI PROKES, 22 ORANG TERJARING

DENPASAR – Tim Yustisi Denpasar yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Linmas, bersama Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar kembali melaksanakan operasi prokes. Kali ini operasi penertiban dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dilaksanakan di Desa Peguyangan Kangin, tepatnya di Jl. Padma dan Jl. Antasura Denpasar, pada Senin (26/10/2020).

Saat dikonfirmasi Kepala Satuan Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, kegiatan ini merupakan penerapan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Dissease 2019 (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru yang kali ini dilaksanakan di Desa Peguyangan Kangin tepatnya di Jl. Padma dan Jl. Antasura Denpasar.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19, yang sedang melanda dan kegiatan ini tentu mencegah terjadinya klaster baru lagi di masyarakat untuk itu kegiatan operasi ini sangat perlu, karena kami khawatir kemunculan klaster-klaster baru,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hasil dari pelaksanaan operasi prokes tersebut terjaring sebanyak 22 orang. 21 orang diantaranya tidak menggunakan masker dan 1 orang didapati menggunakan masker dengan tidak benar. 21 orang tersebut langsung didenda sebesar Rp 100 ribu di tempat sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 46 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Dan untuk yang menggunakan masker tidak benar dilakukan pembinaan oleh petugas.

“Dalam penerapan disiplin prokes ini, tim yustisi tidak semata-mata mencari kesalahan. Namun terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penularan virus, dan sesegera mungkin kita bisa lepas dari lingkaran penyebaran virus Covid-19. Untuk itu kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat selalu menjaga Kesehatan. Dengan masyarakat sehat tentu dapat berproduktivitas sehingga ekonomi dapat pulih seperti semula,” pungkas Dewa Sayoga. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *