DPRD BALI TINJAU PERSIAPAN PEMBUKAAN OBJEK WISATA TERRACE CEKING

GIANYAR – Wakil Ketua DPRD Bali, Cok Gede Asmara Putra Sukawati, bersama Komisi I DPRD Bali melakukan peninjauan persiapan pembukaan objek wisata Ceking Terrace di Tegallalang, Gianyar, Selasa (14/7). Objek wisata yang dikenal dengan Rice Terrace tersebut siap untuk memasuki era new normal.

DPRD Bali meninjau objek wisata Terrace Ceking dalam persiapan menuju new normal. Foto: Humas DPRD Bali

Cok Asmara mengatakan, Terrace Ceking atau Rice Terrace merupakan objek wisata yang sangat tersohor dengan keindahan view sawahnya. DPRD Bali meninjau objek wisata tersebut bagaimana kesiapannya dalam memasuki pariwisata era new normal.

“Bali kan sudah masuk new normal lokal, yang sudah dicanangkan oleh Pak Gubernur dengan membuka beberapa objek wisata, seperti Taman Safari, Beach Walk. Sekarang seluruh pengusaha di Gianyar baik itu hotel dan restoran atau kuliner bisa buka tapi harus memenuhi protokol kesehatan,” katanya.

Menurut Cok Asmara, dari pantauan sementara, objek wisata Terrace Ceking sudah bagus. “Baru masuk sudah ada dua tempat cuci tangan. Kemudian ada tes suhu tubuh dengan thermo gun. Setelah oke bisa diberikan hand sanitizer untuk bisa masuk ke wilayah restoran.,” jelasnya.

Cok Asmara juga mengatakan, di Terrace Ceking juga orang bisa melihat view yang sangat bagus berupa rice terrrace dan areal sangat bebas. Kondisinya orang bisa melakukan physical distancing saat melihat view. “Jaraknya bisa diatur karena jaraknya sangat memanjang. Karena itu ini sangat layak untuk dikatakan mengikuti protokol kesehatan. Pada prinsipnya sudah bisa dibuka,” tegasnya.

Selain itu, karyawan restoran di tempat itu selalu menggunakan masker. Walaupun senyumnya tidak kelihatan karena harus menyesuaikan dengan kebiasaan baru. “Ini sangat bagus dan bisa dicontoh oleh restoran-restoran yang lain,” ujar Cok Asmara. Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan, DPRD Bali terus turun ke lapangan di seluruh Bali untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa new normal itu bukan berarti keluar sebebas-bebasnya. Tetapi boleh beraktivitas di luar, tapi harus mengikuti protokol kesehatan. “Yakni jaga jarak, menggunakan masker dan selalu bawa hand sanitizer atau rajin mencuci tangan. Itu yang selalu kami tekankan kepada masyarakat,” tandasnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *