Perkuat Buleleng Bersinar, BNNK Buleleng Gencarkan Deteksi Dini dan Sinergi P4GN

BULELENG – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng melalui Tim Rehabilitasi dan Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) terus menggencarkan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan instansi pemerintah dan komponen masyarakat di Kabupaten Buleleng.

Selama periode September hingga Oktober 2026, BNNK Buleleng telah melaksanakan sebanyak 19 kegiatan deteksi dini yang menyasar aparatur pemerintah, pekerja, pelajar, serta masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Buleleng.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala BNN Kabupaten Buleleng, Katim Rehabilitasi, Katim P2M, bersama anggota BNNK Buleleng. Adapun 19 lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi:

1. 16 September 2026 – Kantor Desa Bengkala.
2. 23 September 2026 – SMP Negeri 3 Tejakula.
3. 25 September 2026 – SMP Negeri 4 Seririt.
4. 30 September 2026 – Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng.
5. 30 September 2026 – Kantor Desa Unggahan.
6. 1 Oktober 2026 – Kantor Desa Patemon.
7. 1 Oktober 2026 – RSUD Kabupaten Buleleng.
8. 5 Oktober 2026 – RSUD Giri Emas.
9. 6 Oktober 2026 – Desa Subuk.
10. 12 Oktober 2026 – Kantor Camat Buleleng.
11. 13 Oktober 2026 – Kantor BKPSDM Kabupaten Buleleng.
12. 14 Oktober 2026 – Kantor PDAM Kabupaten Buleleng.
13. 14 Oktober 2026 – Wilayah Hukum Kecamatan Sukasada.
14. 19 Oktober 2026 – Kantor BPBD Kabupaten Buleleng.
15. 20 Oktober 2026 – Kantor BKAD dan Kantor Bappenda Kabupaten Buleleng.
16. 22 Oktober 2026 – Kantor DPMPTSP Kabupaten Buleleng.
17. 26 Oktober 2026 – Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng.
18. 26 Oktober 2026 – Pelabuhan Celukanbawang.
19. 27 Oktober 2026 – Kantor Desa Banjar Tegeha.

Kepala BNNK Buleleng, Komang Yuda Murdianto, S.H., M.H.menjelaskan, pelaksanaan deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan tes urine secara bertahap dengan menyasar aparatur pemerintah, pejabat struktural, pegawai, petugas lapangan, pelajar, dan masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, ditemukan sebanyak 14 orang dengan hasil tes urine positif terhadap zat yang diperiksa, di antaranya amfetamin, metamfetamin, dan benzodiazepin.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, BNNK Buleleng melalui Tim Rehabilitasi melakukan pendalaman terhadap riwayat penggunaan zat serta mengarahkan individu yang terindikasi untuk memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Menurut Kepala BNNK Buleleng, bagi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, dilakukan rekomendasi dan rujukan rehabilitasi, termasuk rehabilitasi rawat inap di Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama, Bangli. Langkah ini merupakan bentuk komitmen BNNK Buleleng dalam memberikan akses layanan rehabilitasi guna mendukung proses pemulihan dan mencegah terjadinya penggunaan narkotika secara berulang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja dan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Selain itu, deteksi dini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan komitmen seluruh elemen masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Ditegaskan, BNNK Buleleng akan terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika melalui kegiatan deteksi dini di lingkungan instansi pemerintah maupun masyarakat, serta menggelar operasi bersama TNI dan Polri sebagai bentuk penguatan sinergi dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Melalui langkah nyata dan kolaborasi berkelanjutan ini, BNNK Buleleng berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Buleleng Bersinar (Bersih Narkoba). (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *