Gebrakan Baru Musik Bali! Tia Thitza & Dewa Dena Hadirkan ‘Move On’ dengan Nuansa Alternative

BULELENG – Belantika musik Bali kembali diramaikan dengan hadirnya karya terbaru dari penyanyi Tia Thitza bersama musisi Dewa Dena. Keduanya resmi merilis single berjudul Move On yang mengusung nuansa Alternative Music Bali.

Lahirnya Move On tidak terlepas dari perjalanan emosional yang dialami Tia Thitza. Pada 2025, ia kehilangan ibunda tercinta saat tengah bekerja di kapal pesiar.

Peristiwa tersebut kemudian menginspirasi Dewa Dena, mantan personel Nirwana Band yang juga dikenal sebagai bassist Yantel, menciptakan lagu Rindu Meme sebagai ungkapan rasa kehilangan dan kerinduan seorang anak kepada ibunya.

Dari perjalanan tersebut, Tia Thitza dan Dewa Dena kembali berkolaborasi melalui Move On. Berbeda dengan karya sebelumnya yang sarat nuansa kesedihan, single terbaru ini hadir dengan aransemen lebih segar, dinamis, dan enerjik.

Kali ini keduanya ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya bangkit, melangkah maju, serta tetap berkarya di tengah berbagai persoalan kehidupan.

Dari sisi musikalitas, aransemen Move On dipercayakan kepada Made Urip. Sentuhan aransemen yang dihadirkannya memberikan karakter tersendiri dengan balutan genre alternatif yang menjadi warna utama lagu tersebut.

Sementara itu, video musik Move On diproduksi Pandarel Production. Rumah produksi ini mengemas pesan dan alur cerita lagu melalui visualisasi yang mendukung karakter musik serta pesan yang ingin disampaikan kedua musisi tersebut.

Tidak hanya berfokus pada karya musik, kolaborasi ini juga menjadi ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan. Tia Thitza dan Dewa Dena melibatkan anak-anak muda dari Singaraja dan Desa Bukti dalam proses penggarapan video musik.

Kolaborasi musikal turut diperkuat N.G.E Band yang melibatkan Kadek Hendra Agus Ferdyana dan Kokonk dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Selain itu, Jeanny Andriawan dari SMA Negeri 4 Singaraja juga ikut ambil bagian.

Sejumlah talenta lokal lainnya, seperti Oppa Jery, X Made, dan Yan Jerink, turut memeriahkan video musik tersebut. Keterlibatan berbagai kalangan ini diharapkan dapat membuka ruang kreativitas sekaligus mendorong kepercayaan diri generasi muda untuk berpartisipasi dalam perkembangan musik daerah.

Bagi Dewa Dena, berkarya bukan semata-mata untuk mengejar popularitas. Musik merupakan bentuk dedikasi sekaligus cara menyampaikan pesan dan pengalaman hidup kepada masyarakat.

“Karya itu abadi. Ketika kita berkarya dengan tulus, nothing to lose, dan terus menjaga semangat, energi positif itu akan sampai ke hati para pendengar. Jangan pernah takut untuk terus melangkah dan berkarya,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Tia Thitza mengatakan, berkarya merupakan cara untuk berbagi perasaan sekaligus menghibur dan menguatkan sesama.

“Bagi kami, berkarya itu adalah tentang berbagi rasa dan menghibur, bukan demi mencari validasi yang berlebihan. Musik adalah wadah untuk saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

Lebih jauh, single Move On membawa pesan kehidupan bagi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai persoalan. Melalui lagu ini, keduanya ingin mengingatkan bahwa kesedihan merupakan bagian dari kehidupan yang perlu diterima, tetapi setiap orang juga harus memiliki semangat untuk kembali melangkah.

Pesan yang diusung dalam lagu tersebut terangkum dalam ungkapan, “Menangis itu manusiawi dan indah, tetapi berlarut-larut dalam kesedihan hanya akan membuat kita lemah,”jelasnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *