Rawat Alam, Sentuhan Moral untuk Demokrasi, Bawaslu Bali Gelar Aksi JALA BALI di Pura Luhur Batukau

TABANAN – Menyongsong pelaksanaan demokrasi yang berintegritas sekaligus merawat keharmonisan bumi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali menggelar aksi JALA BALI (Jaga Alam dan Lingkungan).

Kegiatan ini dilandasi oleh kesadaran bahwa tugas pengawas pemilu tidak hanya berhenti pada pengawalan suara di bilik pemilu, tetapi juga merawat kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Aksi nyata yang dipusatkan di kawasan suci Pura Luhur Batukau, Jalan Penatahan – Wongayagede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (14/10/2026) ini dihadiri oleh jajaran Bawaslu Provinsi Bali, Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabanan, Ketua KPU Kabupaten Tabanan, Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, serta Sekretaris Pura Batukaru yang mewakili Bendesa Desa Wongaya Gede.

Rangkaian acara diawali dengan arahan dari Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bali, Gede Sutrawan. Ia menegaskan bahwa komitmen menjaga lingkungan hidup merupakan bagian tak terpisahkan dari semangat membangun peradaban bangsa.

“Kegiatan Jala Bali ini merupakan wujud semangat bersama dalam menjaga dan melestarikan alam. Komitmen terhadap lingkungan juga kita wujudkan melalui kegiatan Jumpa Berlian sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Sutrawan.

Lebih lanjut, Gede Sutrawan juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran moral masyarakat dalam menghadapi dinamika demokrasi ke depan, khususnya menjelang Pemilu 2029.

“Masyarakat perlu semakin memperhatikan kepedulian calon pemimpin terhadap isu-isu lingkungan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan. Pemimpin yang terpilih nantinya harus benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi. Mari kita terus bergotong royong menjaga kelestarian lingkungan, dimulai dari diri sendiri dan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten,” tambahnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Bawaslu Provinsi Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma. Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan melalui program Jala Bali mencerminkan tanggung jawab moral kelembagaan yang harus senantiasa hidup di tengah masyarakat.

“Kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat melalui program Jala Bali adalah bentuk komitmen nyata bahwa kepedulian terhadap alam dan lingkungan merupakan tanggung jawab moral kita bersama. Nilai-nilai kepekaan sosial dan kecintaan terhadap lingkungan ini harus terus kita rawat, tidak hanya untuk menjaga keasrian alam Bali, tetapi juga untuk membangun karakter kebangsaan yang utuh dan berkelanjutan,” ungkap Wiratma.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, turut menyampaikan pandangannya mengenai esensi kegiatan ini di wilayah kerjanya.

“Melalui program Jala Bali, Bawaslu tidak hanya berkomitmen mengawal demokrasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di Bali. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Bali yang bersih, lestari, dan berkelanjutan,” tegas Ketut Narta.

Dukungan serupa datang dari Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan, yang mengapresiasi langkah proaktif jajaran pengawas pemilu.

“Kegiatan Jala Bali merupakan bentuk nyata kepedulian dalam merawat bumi dan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Setiap tindakan kecil dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu momentum yang tepat. Bawaslu telah turut membangun kesadaran kolektif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong partisipasi bersama dalam menjaga kelestarian alam Bali,” kata Putu Dian Setiawan.

Dari pihak masyarakat adat setempat, Sekretaris Pura Batukaru yang mewakili Bendesa Desa Wongaya Gede menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Provinsi Bali beserta jajarannya yang telah berpartisipasi secara langsung dalam upaya menjaga kelestarian alam. Pelestarian lingkungan di kawasan ini terus dilakukan secara berkesinambungan melalui reboisasi. Kami berharap kegiatan seperti Jala Bali dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan serta menjaga kelestarian alam Bali bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Sebagai puncak acara, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian aksi nyata yang memadukan nilai spiritual dan kepedulian ekologis. Diawali dengan persembahyangan bersama yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon kerahayuan serta keseimbangan alam semesta, kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan aksi pelepasan burung dan pemberian pakan ikan sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian satwa dan keseimbangan ekosistem perairan darat.

Rangkaian aksi tersebut ditutup dengan penanaman pohon sebagai langkah konkret pemulihan kawasan hijau dan pelestarian fungsi ekologis lingkungan sekitar. Melalui keseluruhan rangkaian acara ini, Bawaslu Bali berharap pesan pelestarian alam dan integritas moral dapat terus bergema di tengah masyarakat, berjalan seiring dengan upaya mengawal kedaulatan rakyat yang bersih dan bermartabat. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *