BULELENG – Kejuaraan Anglurah Panji Sakti Cup VII Tahun 2026 sukses digelar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Buleleng, 26–27 September 2026. Berlangsung di Lapangan Petanque GOR Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, kejuaraan ini menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet sekaligus penjaringan atlet potensial untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Kejuaraan yang mempertandingkan dua kategori, yakni single open dan double open, ini diikuti atlet dari sejumlah kabupaten/kota dan klub petanque di Bali. Bahkan, empat warga negara asing (WNA) asal Prancis turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Selain mengukur konsistensi atlet dalam berlatih, Anglurah Panji Sakti Cup VII juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antaratlet dan klub petanque di Bali. Sebagai tuan rumah, FOPI Buleleng menurunkan atlet-atlet terbaiknya untuk bersaing memperebutkan total hadiah Rp 18 juta.
Dalam kategori single open, atlet FOPI Buleleng, Putu Sutama, harus puas menempati posisi runner-up setelah kalah dari atlet FOPI Klungkung di partai final. Namun, tuan rumah berhasil meraih gelar juara pertama pada kategori double open. Pasangan Riskayangari dan Mahasti Narayana sukses mengalahkan tim Undiksha Singaraja untuk merebut podium tertinggi.
Ketua Harian FOPI Kabupaten Buleleng, Dr. I Gede Suwiwa, S.Pd., M.Pd., saat menutup kejuaraan, Senin (28/9), menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, atlet, dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pada kesempatan ini, mewakili Ketua Umum FOPI Kabupaten Buleleng, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para juara, peserta, dan panitia,” jelasnya.
Suwiwa mengatakan, kejuaraan ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program KONI Kabupaten Buleleng dalam menjaring atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi Porprov Bali 2027. Selain sebagai ajang kompetisi, penyelenggaraan di Lapangan Petanque GOR FOK Undiksha sekaligus dimanfaatkan untuk menguji kesiapan venue cabang olahraga petanque.
Ia berharap pembinaan atlet petanque semakin berkembang. Pengalaman bertanding yang diperoleh para peserta diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi mendatang.
“Berkat dedikasi, partisipasi, serta kerja keras semua pihak, kejuaraan ini dapat terlaksana dengan lancar,” ujarnya. (bs)

