JALA Bali dan Upaya Merawat Alam Secara Berkelanjutan

BADUNG – Pantai, gunung, kawasan estuari hingga waduk menjadi ruang yang disasar Bawaslu Provinsi Bali dalam gerakan menjaga lingkungan melalui program Jaga Alam dan Lingkungan Bali (JALA Bali). Setiap pelaksanaannya menyasar karakter lingkungan yang berbeda, sekaligus membawa pesan yang sama tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam Bali.

Pesan tersebut kembali diwujudkan melalui pelaksanaan JALA Bali keenam di kawasan Pura Taman Ayun, Kabupaten Badung, Rabu (16/9/2026). Pura Taman Ayun merupakan bagian dari lanskap budaya Bali yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2012.

Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, mengatakan pemilihan lokasi JALA Bali dilakukan dengan mempertimbangkan karakter lingkungan di setiap wilayah. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di kawasan pantai Kabupaten Klungkung, kawasan gunung di Karangasem, serta kawasan estuari di Denpasar. Kali ini, JALA Bali diarahkan ke kawasan waduk irigasi di Pura Taman Ayun, Badung.

“JALA Bali merupakan upaya kita untuk menjaga lingkungan, menjaga alam Bali. Pertama kali kita lakukan di Klungkung di pantai, kemudian ada unsur gunung di Karangasem, estuari di Pura Narmada Denpasar, dan sekarang waduk di Pura Taman Ayun Badung,” ujar Suguna.

Menurut Suguna, keberlanjutan gerakan tersebut penting untuk terus dirawat seiring Bawaslu Provinsi Bali yang memasuki usia ke-13 dan Bawaslu Kabupaten/Kota yang memasuki tahun kedelapan. Kepedulian terhadap alam Bali, kata dia, berjalan beriringan dengan tanggung jawab Bawaslu dalam menjaga demokrasi di Bali.

Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan di Pura Taman Ayun. Setelah diawali dengan persembahyangan bersama di Mandala Utama, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sandat dan cempaka di area belakang Utama Mandala.

Selanjutnya, sebanyak tujuh pasang burung dilepas di Jaba Tengah sebagai simbol harapan agar alam tetap lestari, kehidupan terus berkembang, dan keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

Rangkaian JALA Bali keenam ditutup dengan pelepasan ikan di kawasan Jaba Sisi, tepatnya di area pintu masuk Pura Taman Ayun. Penanaman pohon, pelepasan burung, dan pelepasan ikan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem darat dan perairan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bupati Badung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung Made Rai Warastuthi, perwakilan Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung, serta jajaran pimpinan dan Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *