BULELENG – Persiapan pembangunan Sport Center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Buleleng, mulai memasuki tahapan pembebasan lahan untuk akses menuju lokasi. KONI Buleleng bersama jajaran terkait melakukan koordinasi dengan masyarakat pemilik lahan, Kamis (10/9/2026) malam.
Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat KONI Buleleng tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna. Agenda utama pertemuan yakni meminta persetujuan warga untuk dilakukan survei, pengukuran, serta pemetaan lahan yang nantinya digunakan sebagai akses menuju kawasan Sport Center.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut pengusaha sekaligus pemberi CSR, I Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Cok Krisna, Dewan Kehormatan KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, Kepala Dinas PUTR Perkim Buleleng, Kepala BKAD Buleleng, serta perwakilan BPN Buleleng, Plt. Camat Sukasada, Lurah Sukasada dan Kaling Lumbanan serta kelian desa adat Lumbanan
Gede Supriatna mengatakan, pembangunan Sport Center Lumbanan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sarana olahraga sekaligus mendorong perkembangan ekonomi di Buleleng. Pemprov Bali telah menyetujui pemanfaatan lahan seluas sekitar 5,7 hektare yang merupakan aset Pemprov Bali dan telah dihibahkan kepada Pemkab Buleleng untuk pembangunan Sport Center.
Namun, kata dia, akses menuju lahan tersebut masih membutuhkan penyelesaian, khususnya terkait pembebasan lahan milik masyarakat.
“Kami mengundang masyarakat untuk melanjutkan diskusi yang sempat terjeda setahun lalu terkait pembukaan akses jalan menuju lahan Sport Center. Harapannya ada titik temu terkait pembebasan lahan untuk akses jalan tersebut,” ujar Supriatna.
Ia mengapresiasi dukungan Cok Krisna yang turut membantu melalui dana CSR. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembebasan lahan sehingga pembangunan Sport Center dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Dewan Kehormatan KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, menjelaskan, pembahasan terkait akses menuju lokasi Sport Center sebenarnya telah dilakukan beberapa kali. Dari sekitar 16 pemilik lahan yang masuk dalam pendataan, hanya satu orang absen karena sakit dalam proses koordinasi.
Akses dari jalan raya menuju lokasi Sport Center diperkirakan memiliki panjang sekitar 650 meter. Dalam pembahasan, terdapat usulan perubahan lebar jalan yang sebelumnya direncanakan sekitar enam meter menjadi delapan meter. Selain itu, disiapkan ruang untuk jaringan drainase sehingga kebutuhan lebar keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 10 meter.
Dengan demikian, lahan yang akan dibebaskan diperkirakan mencapai sekitar 650 meter dikali 10 meter. Untuk mendukung proses tersebut, Cok Krisna menyiapkan dana CSR sebesar Rp 1 miliar.
Wiratmaja menyebut, dana tersebut sebelumnya direncanakan untuk pembangunan sirkuit. Namun, dana itu kemudian diarahkan untuk membantu proses pembebasan lahan akses menuju Sport Center Lumbanan.
“Intinya, dengan adanya CSR Rp 1 miliar ini, kami membutuhkan kepastian siapa yang terkena dan berapa luas lahannya. Setelah dilakukan pengukuran, akan terlihat siapa yang terkena dan berapa luas lahan yang dibutuhkan. Setelah itu kita akan bicara soal tali asih kepada warga,” terangnya.
Proses pembebasan lahan selanjutnya akan dilakukan melalui sejumlah tahapan. Mulai dari sosialisasi, inventarisasi, persetujuan pengukuran, survei dan pengukuran, penyusunan daftar nominatif, musyawarah pengadaan, pemecahan sertifikat, penyerahan tali asih, hingga penyerahan lahan.
Di sisi lain, Cok Krisna menegaskan dukungannya terhadap pembangunan sarana olahraga di Buleleng. Menurutnya, pembangunan Sport Center bukan hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Saya berjuang untuk Buleleng, apalagi untuk olahraga. Saya lahir di Buleleng. Jangan pesimis, harus optimistis,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir dengan proses pembebasan lahan tersebut. Menurutnya, pembukaan akses menuju kawasan Sport Center berpotensi meningkatkan nilai dan aktivitas ekonomi di kawasan Lumbanan.
“Saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Ini untuk memajukan Buleleng. Anggap saja CSR ini sebagai bentuk sumbangan untuk masyarakat Lumbanan. Harapannya Bali Utara bisa semakin berkembang,” ujarnya. Warga yang hadir menyetujui langkah awal berupa survei, pengukuran,serta pemetaan lahan. (bs)

