Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkab Buleleng Edukasi Warga Lewat Gerakan Gemar Makan Ikan

BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi konsumsi gizi seimbang.

Melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng, pemerintah daerah secara konsisten menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam berbagai ajang festival daerah sebagai langkah nyata perbaikan gizi sejak dini.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menegaskan pentingnya konsumsi ikan laut sebagai sumber nutrisi utama bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, potensi bahari Buleleng yang melimpah harus dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat lokal.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil, dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujar Gede Melandrat saat dikonfirmasi pada Rabu (2/9/2026).

Melandrat menjelaskan bahwa tingginya kandungan Omega-3 pada ikan laut berperan vital sebagai nutrisi otak yang mendukung kecerdasan serta pertumbuhan fisik anak secara optimal. Melalui rangkaian acara seperti Lovina Festival yang menyediakan 500 porsi olahan ikan hingga puncaknya pada Buleleng Festival (Bulfest) 2026 yang menyajikan total 4.500 porsi olahan laut, Pemkab Buleleng ingin menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pangan sehat berbasis hasil laut lokal.

Kegiatan Gemarikan ini menyasar seluruh lapisan masyarakat dengan menyajikan beragam olahan hidangan yang menarik dan menggugah selera, seperti sate ikan tuna, bakso ikan, hingga bandeng krispi. Pendekatan kuliner ini dinilai efektif untuk mengenalkan manfaat hidangan laut tanpa mengabaikan cita rasa khas daerah yang disukai warga.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng ini menambahkan, tema dan aksi penanganan gizi ini sangat selaras dengan kondisi geografis Kabupaten Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang di Bali. Keberlimpahan hasil laut tersebut menjadi modal utama daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan nutrisi warga secara mandiri dan berkelanjutan.

Langkah masif yang dilakukan Pemkab Buleleng ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir memadati areal festival. Respon positif warga menjadi indikator keberhasilan sosialisasi Gemarikan dalam mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih sering menyajikan olahan ikan sebagai menu harian keluarga demi mencegah stunting sejak dini. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *