Bekali Pemilih Pemula, KPU Buleleng Gelar Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Tejakula

BULELENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng kembali melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi bagi pemilih pemula di SMAN 1 Tejakula, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPU Buleleng dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta didik kelas XI dan disambut baik oleh Kepala SMAN 1 Tejakula, Nyoman Sukrada, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Nyoman Sukrada menyampaikan bahwa sebagai warga negara Indonesia, setiap masyarakat perlu memahami dan mengikuti regulasi serta aturan yang berlaku.

Ia juga menyampaikan bahwa sosialisasi pendidikan pemilih yang diberikan oleh KPU menjadi kesempatan bagi para peserta didik untuk memahami proses demokrasi, sehingga nantinya mampu menentukan pilihan dalam memilih pemimpin serta bertanggung jawab atas pilihan yang telah diberikan.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas SDM) KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami alasan pentingnya pemilu dalam kehidupan demokrasi.

Pertanyaan mengenai “Kenapa harus pemilu?” menjadi salah satu pembahasan yang disampaikan. Dijelaskan bahwa pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk memilih pemimpin secara demokratis. Pemilu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin yang akan menjalankan amanah dan mewakili kepentingan rakyat.

Pemahaman tersebut juga mendapat respons dari peserta didik. Salah satu peserta, Sukma, menyampaikan bahwa pemilu merupakan cara untuk memilih pemimpin. Hal ini menunjukkan adanya pemahaman peserta mengenai fungsi dasar pemilu sebagai bagian penting dalam sistem demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Putu Arya Suarnata turut menjelaskan perkembangan pelaksanaan pemilu di Indonesia. Disampaikan bahwa tahun 2004 menjadi momentum pertama masyarakat Indonesia memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Penjelasan ini menjadi bagian dari pengenalan sejarah kepemiluan kepada peserta didik agar memahami perkembangan demokrasi di Indonesia.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan tiga komponen penting dalam pemilu, yaitu peserta pemilu, pemilih, dan penyelenggara pemilu. Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan pelaksanaan pemilu yang demokratis dan berintegritas.

Materi juga mencakup pembahasan mengenai keterwakilan perempuan dalam politik. Putu Arya Suarnata menjelaskan mengenai ketentuan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif oleh partai politik sebagai salah satu upaya mendorong keterwakilan perempuan dalam politik.

Untuk mengukur pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah mengenai syarat menjadi pemilih. Pertanyaan tersebut mendapat respons dari peserta didik, di antaranya Kenzie dan Putri yang turut memberikan jawaban.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap peserta didik sebagai pemilih pemula dapat memahami hak dan tanggung jawabnya dalam kehidupan demokrasi. Pendidikan demokrasi sejak di bangku sekolah diharapkan mampu membentuk generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *