DENPASAR – Menyongsong era transformasi digital yang sarat tantangan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam melahirkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan berwawasan masa depan.
Penegasan tersebut tercermin dalam kehadiran Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, pada kegiatan Yudisium ke-XLV Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISUM) Program Studi Administrasi Publik Program Sarjana Universitas Ngurah Rai di Aston Convention Hotel Denpasar, Sabtu (22/08/2026).
Kehadiran Ketua Bawaslu Bali dalam momentum akademik ini bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan wujud nyata dari kerja sama strategis yang telah terjalin kokoh secara berkelanjutan antara Bawaslu Bali dan Universitas Ngurah Rai.
Kemitraan ini terus dirawat untuk memperkuat pilar tri dharma perguruan tinggi, meningkatkan literasi demokrasi, serta mengoptimalkan peran serta kaum intelektual dalam pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Acara yudisium yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta sivitas akademika Universitas Ngurah Rai. Kehadiran pimpinan Bawaslu Bali disambut hangat oleh para peserta yudisium dan keluarga besar kampus sebagai simbol keharmonisan mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Mengusung tema “Mencetak Pemimpin Masa Depan yang Unggul, Berbudaya dan Berdampak Melalui Kecerdasan Artifisial dalam Harmoni Tri Hita Karana”, kegiatan ini dinilai sangat selaras dengan visi kelembagaan Bawaslu Bali. Lembaga pengawas pemilu tersebut memandang bahwa para lulusan sarjana Administrasi Publik memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam pandangan Bawaslu Bali, pemanfaatan teknologi modern seperti kecerdasan artifisial harus mampu diimbangi dengan kepekaan sosial serta keluhuran etika. Oleh karena itu, perpaduan antara inovasi digital dan filosofi kearifan lokal Bali menjadi fondasi yang sangat penting dalam melahirkan birokrat serta pemimpin masa depan yang berintegritas tinggi.
Lebih lanjut, kerja sama yang telah lama dibina antara Bawaslu Bali dan Universitas Ngurah Rai memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kerja-kerja pengawasan pemilu dan demokrasi. Keterlibatan ini dinilai efektif untuk menanamkan kesadaran politik yang sehat sejak dini di lingkungan kampus.
Melalui sinergi yang kokoh bersama institusi pendidikan tinggi, Bawaslu Bali menegaskan komitmennya untuk terus merangkul dunia akademik dalam membangun ekosistem pengawasan yang progresif dan edukatif. Langkah ini diyakini mampu memperluas jangkauan edukasi politik kepada masyarakat luas melalui agen-agen muda yang cerdas dan kritis.
Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni yudisium semata, melainkan terus berlanjut melalui program-program pengabdian masyarakat dan riset kolaboratif. Sinergi ini akan menjadi amunisi tambahan dalam mengawal tata kelola pemerintahan dan proses demokrasi yang bersih serta akuntabel di Pulau Dewata. (bs)

