BULELENG – Lomba gerak jalan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Buleleng telah berakhir. Juara dari berbagai kategori yang dilombakan juga telah resmi diumumkan, namun dibalik semangat puluhan regu yang berlaga pada Lomba Gerak Jalan, terdapat peran besar orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka selama menjalani latihan hingga hari perlombaan.
Bagi sebagian besar orang tua, gerak jalan bukan sekadar ajang untuk meraih prestasi. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana membentuk karakter, melatih mental, meningkatkan disiplin, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sejak usia sekolah.
Salah satunya Ayu (46), orang tua peserta dari SMP Tri Amerta Singaraja, yang dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026), mengatakan latihan gerak jalan telah memberikan pengalaman berharga bagi anaknya. Menurut dia, proses latihan yang dijalani secara rutin mampu membangun mental dan kedisiplinan yang akan menjadi bekal ketika anak menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Yang paling penting bagi saya adalah mental anak menjadi lebih kuat. Latihan baris-berbaris ini menjadi bekal yang baik untuk masa depannya,” kata Ayu.
Sebagai bentuk dukungan, Ayu mengaku selalu memberikan motivasi ketika anaknya pulang latihan dalam kondisi lelah. Ia juga berusaha memenuhi kebutuhan sederhana, seperti menyiapkan bekal yang lebih baik agar anak tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian latihan hingga perlombaan selesai.
Hal serupa disampaikan Listu Ayuni (47), orang tua peserta dari SMP Negeri 1 Singaraja. Menurutnya, manfaat terbesar dari kegiatan gerak jalan bukan hanya hasil akhir perlombaan, melainkan pembentukan karakter anak.
“Kegiatan ini sangat baik untuk masa depan anak-anak. Mereka belajar disiplin, menjaga kekompakan, bekerja sama, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolahnya,” ujar Listu.
Ia berharap pengalaman mengikuti gerak jalan dapat membentuk putranya menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, serta mampu mengutamakan kebersamaan dalam setiap aktivitas yang dijalani.
Selama lebih dari satu bulan masa latihan, Listu mengaku memberikan dukungan penuh kepada anaknya. Meski sekolah memberikan kesempatan dispensasi, putranya memilih tetap mengikuti proses belajar di sekolah sebelum menjalani latihan gerak jalan.
“Dari rumah kami mendukung dengan menjaga pola makan, memastikan anak beristirahat lebih awal, mengurangi bermain game, dan menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima saat latihan maupun saat tampil di perlombaan,” ujarnya.
Dukungan orang tua tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menjaga semangat para peserta selama mengikuti persiapan lomba. Di tengah padatnya aktivitas belajar dan latihan, perhatian keluarga menjadi energi tambahan bagi para pelajar untuk tampil maksimal, sekaligus menjadikan gerak jalan sebagai media pembelajaran karakter, kedisiplinan, dan kerja sama yang akan bermanfaat hingga masa depan. (bs)

