BULELENG – Di tengah persoalan kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru Pendidikan Agama Hindu di Kabupaten Buleleng, Pengurus Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Buleleng mengambil langkah nyata melalui pengabdian di bidang pendidikan.
Sejumlah kader KMHDI Buleleng yang merupakan mahasiswa Institut Mpu Kuturan Singaraja dari Program Studi Pendidikan Agama Hindu turun langsung ke SD Negeri 4 Panji. Mereka membantu mengisi kekosongan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu agar peserta didik tetap mendapatkan hak untuk memperoleh pendidikan.
Ketua PC KMHDI Buleleng, Komang Dia Damayati, mengatakan kehadiran kader KMHDI bukan untuk menggantikan peran guru maupun pemerintah, melainkan menjadi mitra dalam membantu sekolah selama proses pemenuhan tenaga pendidik masih berlangsung.
“Kami memahami bahwa pemerintah memiliki mekanisme dan regulasi yang harus dijalankan dalam proses pemenuhan kebutuhan guru. Namun, selama proses tersebut berjalan, anak-anak tetap memiliki hak untuk belajar. Karena itu, KMHDI Buleleng hadir sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung,” ujar Komang Dia Damayati.
Menurut Komang Dia Damayati, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi implementasi nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini merupakan bentuk pengabdian sederhana yang kami harapkan bisa membantu peserta didik dan sekolah,” kata Komang Dia Damayati.
Komang Dia Damayati berharap langkah yang dilakukan KMHDI Buleleng dapat menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan pendidikan.
“Kami berharap kebutuhan guru Pendidikan Agama Hindu di Buleleng dapat segera mendapatkan solusi. Jangan sampai kekurangan tenaga pendidik membuat hak anak-anak untuk mendapatkan pembelajaran yang layak terganggu,” pungkas Komang Dia Damayati.
Melalui kegiatan tersebut, KMHDI Buleleng menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi wadah kaderisasi mahasiswa Hindu, tetapi juga mengambil peran dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. (bs)

