KPU Kabupaten Buleleng Berikan Pendidikan Demokrasi kepada Siswa SMAN 2 Busungbiu

BULELENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng kembali melaksanakan kegiatan Pendidikan Demokrasi bagi siswa SMAN 2 Busungbiu yang diikuti oleh peserta didik kelas X dan kelas XI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan sejak dini.

Kehadiran jajaran KPU Kabupaten Buleleng diterima langsung oleh Kepala SMAN 2 Busungbiu, Luh Eka Yanthi, bersama Wakil Kepala Sekolah, I Dewa Gede Eka Suparianto.

Dalam sambutannya, perwakilan kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada KPU Kabupaten Buleleng yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pendidikan demokrasi kepada para siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Buleleng yang telah hadir memberikan edukasi kepada siswa-siswi kami. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan dan membentuk generasi muda yang cerdas serta bertanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi,” ujar Dewa Gede Eka.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Mengawali pemaparannya, ia mengajak para siswa berpikir kritis dengan melemparkan beberapa pertanyaan, salah satunya mengenai alasan mengapa Indonesia perlu menyelenggarakan pemilihan umum.

Dalam penyampaiannya, Putu Arya menekankan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas. Ia menyampaikan bahwa masih banyak pemilih muda yang memberikan suara tanpa memahami rekam jejak maupun program dari calon yang dipilih.

Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mulai membiasakan diri mencari informasi mengenai visi, misi, dan program para calon sebelum menentukan pilihan pada saat pemungutan suara.

Ia juga memaparkan sejarah singkat perkembangan demokrasi di era yunani. Putu Arya menjelaskan bahwa pada masa lalu tidak semua warga memiliki hak untuk memilih, termasuk perempuan dan masyarakat dari kalangan kurang mampu. Hak pilih yang dimiliki saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu sehingga harus disyukuri dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Putu Arya menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Berdasarkan data kepemiluan tahun 2024, pemilih dari kalangan Generasi Z dan Milenial mendominasi jumlah pemilih nasional, yakni sekitar 56 persen atau sekitar 112 juta pemilih. Hal tersebut menunjukkan bahwa suara generasi muda memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan hasil pemilihan umum.

Melalui kegiatan Pendidikan Demokrasi ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya demokrasi dan pemilu, tetapi juga tumbuh menjadi pemilih pemula yang kritis, berintegritas, serta mampu menggunakan hak pilihnya secara bijaksana berdasarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *