JEMBRANA – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Bali secara resmi melaksanakan Kick Off Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali di Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana, Minggu (2/8/2026).
Program ini menjadi tonggak dimulainya gerakan kepedulian berkelanjutan untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, serta dhuafa di seluruh Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua PWM Bali Miftahnurrahman, S.T., Ketua PDM Jembrana Edi Susilo, Ketua Lazismu Wilayah Bali Riza Putra, S.E., Ketua Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali Edo Donnes, S.E., jajaran pengurus Lazismu Kabupaten Jembrana, Lazismu Kabupaten Tabanan, Lazismu Kota Denpasar, para relawan, donatur, serta puluhan anak asuh Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana.
Sebagai simbol dimulainya program, Lazismu turut menyalurkan santunan kepada anak-anak panti. Program Orang Tua Asuh diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat luas dalam memberikan dukungan pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak-anak yang membutuhkan.
Ketua Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali, Edo Donnes, S.E., mengatakan bahwa program ini dirancang bukan hanya sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai gerakan membangun masa depan generasi.
“Program Orang Tua Asuh bukan sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi menghadirkan kepedulian yang berkelanjutan. Kami ingin setiap anak merasakan bahwa mereka memiliki keluarga besar yang mendukung pendidikan, akhlak, dan cita-citanya. Kami mengajak seluruh masyarakat Bali menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini,” ujar Edo.
Ketua PDM Jembrana, Edi Susilo, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Jembrana sebagai lokasi peluncuran program tingkat Bali. Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi nyata dakwah Muhammadiyah yang berorientasi pada pemberdayaan umat.
“Muhammadiyah hadir bukan hanya melalui dakwah lisan, tetapi juga dakwah sosial yang memberi solusi bagi masyarakat. Program Orang Tua Asuh merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan anak-anak yatim dan dhuafa memperoleh kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ketua Lazismu Wilayah Bali, Riza Putra, S.E., menegaskan bahwa Program Orang Tua Asuh akan menjadi salah satu program strategis Lazismu Bali yang akan dikembangkan di seluruh kabupaten/kota.
“Program ini merupakan bentuk komitmen Lazismu dalam mengelola amanah umat secara profesional, transparan, dan berdampak. Kami ingin membangun ekosistem kepedulian yang berkelanjutan sehingga semakin banyak anak yang dapat mengakses pendidikan dan pembinaan melalui dukungan para orang tua asuh,” jelas Riza.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Bali, Miftahnurrahman, S.T., menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran Islam sekaligus misi utama gerakan Muhammadiyah.
“Merawat dan memuliakan anak yatim adalah bagian dari tanggung jawab keumatan. Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam tentang tolong-menolong dan keberpihakan kepada kaum yang membutuhkan terus diwujudkan dalam aksi nyata. Kami berharap gerakan ini terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak yang tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi bangsa,” tutur Miftahnurrahman.
Melalui peluncuran Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali ini, Lazismu berharap semakin banyak masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan para dermawan yang terlibat dalam gerakan filantropi Islam. Dengan semangat kolaborasi, program ini diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak yatim dan dhuafa di seluruh Bali. (bs)

