Perkuat Komunikasi Publik, Bawaslu Buleleng – IMK Gelar Pelatihan Produksi Konten Digital

BULELENG – Arus informasi yang bergerak cepat di era digital menuntut lembaga publik tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan pesan yang jelas, menarik, dan mudah diterima masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Bawaslu Buleleng berkolaborasi dengan Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IMK) menggelar Pelatihan Produksi Konten Digital Berbasis Smartphone pada Selasa (26/5/2026) di Kantor Bawaslu Buleleng.

Kegiatan yang diikuti seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Buleleng itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas internal, khususnya dalam pengelolaan komunikasi publik dan produksi konten digital yang kini menjadi kebutuhan penting lembaga.

Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, mengatakan penguatan kemampuan kehumasan menjadi langkah strategis di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin didominasi media digital. Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki tidak menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dan meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada publik.

“Keterbatasan SDM menjadi tantangan bagi kami, tetapi hal itu tidak menyurutkan komitmen untuk terus belajar dan berkembang. Pemahaman mengenai produksi konten dan komunikasi publik menjadi penting agar informasi kelembagaan dapat tersampaikan secara efektif dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Carna menambahkan, kerja-kerja kelembagaan yang dilakukan Bawaslu Buleleng perlu didukung kemampuan komunikasi yang baik agar informasi kelembagaan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga mampu membangun kedekatan dan kepercayaan publik.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Hindu IMK, I Gusti Ngurah Aan Darmawan, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan IMK.

Menurut Aan, kerja sama dengan Bawaslu Buleleng menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan komunikasi publik lembaga, terlebih Bawaslu Buleleng memiliki peran strategis dalam menjaga proses demokrasi melalui fungsi pengawasan, baik pada tahapan maupun di luar tahapan Pemilu.

Ia menilai praktik kehumasan saat ini tidak lagi melekat pada satu bagian tertentu dalam lembaga, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh unsur organisasi.

“Humas saat ini adalah semua yang ada di dalam lembaga. Setiap pegawai memiliki peran membentuk citra institusi melalui cara berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, komunikasi publik dan penyebaran informasi yang baik menjadi sangat penting,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan dasar memproduksi konten digital menggunakan smartphone, mulai dari teknik pengambilan gambar hingga strategi pengemasan konten yang efektif untuk media sosial dan berbagai kanal informasi digital.

Melalui pelatihan ini, Bawaslu Buleleng berharap kemampuan jajaran sekretariat dalam mengelola informasi publik semakin meningkat, sehingga pesan kelembagaan dapat hadir lebih komunikatif, mudah dijangkau, serta semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *