BULELENG – Pengurus MUI Buleleng masa khidmat 2025-2030 dikukuhkan Ahad (24/5/2026), di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng. Kepengurusan baru MUI Buleleng ini berkomitmen memperkokoh ukhuwah, menguatkan persatuan, dan ikut membangun Buleleng yang harmonis dan bermartabat.
Pengukuhan dilakukan Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Bambang Santoso. Sementara para pengurus yang dikukuhkan antara lain Dewan Pertimbangan H. Abdurrahman Said, Lc (Ketua), H. Rahmat Al Baihaqi (Wakil Ketua), Prof. Siti Maryam (Anggota), Hj. Rodhiyatul Hasanah (Anggota), Muhammad Mujib (Anggota).
Sedangkan Ketua Umum MUI Buleleng yakni H.B. Ali Musthofa, Wakil Ketua Umum H. Moh. Ali Susanto, H. Muhammad Hamdani (Ketua), Abdul Muis (Ketua).
Sekretaris Umum H. Imam Syafi’i, Riono Junianto (Sekretaris) dan Arie Rahman (Sekretaris). Bendahara Umum H. Sumardi, Dani Fikka Cahyadi (Bendahara), dan Iwan Ramdhani (Bendahara). Kepengurusan ini dilengkapi dengan 9 komisi.
Ketua Umum MUI Buleleng, H.B. Ali Musthofa, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa MUI Buleleng harus ikut andil untuk memperkokoh ukhuwah, menguatkan persatuan, dan membangun Buleleng yang harmonis dan bermartabat. Menurutnya, tugas ini tidak ringan, apalagi nanti ke depannya terjadi perubahan zaman dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
“Pengurus MUI dituntut untuk menjawab tantangan baru, seperti pergeseran nilai-nilai sosial yang terjadi akibat perkembangan teknologi dan informasi itu. Pengurus MUI ke depan harus bisa menyelesaikan munculnya berbagai persoalan keumatan yang semakin heterogen dan kompleks. Pengurus MUI dituntut untuk profesional, responsif, ilmiah dan solutif,” ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Buleleng, H. Abdurrahman Said, Lc, menegaskan, MUI bukan tujuan, tetapi wasilah atau wadah untuk berkhidmat kepada umat. Orientasi pengurus MUI seharusnya keuntungan akhirat yang dijanjikan Allah. “Kalau dapat keuntungan akhirat, keuntungan dunianya akan ikut,” tegasnya.
Menurut H. Abdurrahman Said, tugas memperkokoh ukhuwah, menguatkan persatuan sesuai dengan pesan Allah. “Bahwa Anda tidak akan ada artinya atau tidak akan dianggap, kecuali dengan memperbaiki hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan perbaiki hubungan dengan manusia (hablum minannas),” jelasnya.
Oleh karena itu, kata dia, sesama warga masyarakat, harus saling mendengarkan satu sama lain, saling menghargai satu sama lain, saling menghormati. Kalau bisa orang lain diajak bersinergi, sehingga golnya akan tercapai “negeri yang aman sentosa dan penuh ampunan Allah SWT”.
Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Bambang Santoso, dalam sambutannya, mengingatkan, pengurus MUI jangan sampai menjadi apa yang dikatakan Allah SWT, yakni “disebut ulama tetapi diberi stempel seburuk-buruk makhluk yang ada di kolong langit”. Ya karena prilakunya menyebabkan kehidupan tidak harmonis di masyarakat. Yakni mereka yang tidak menguatkan persatuan, fitnah yang dibesar-besarkan, ego kelompok, ego ormas, ego mazhab, dan ego suku.
“Ini harus menjadi perhatian (pengurus MUI Buleleng, red). Apalagi tantangan ke depan semakin berat. MUI harus menjadi yang terdepan, misalnya dalam mengantisipasi kriminalitas, menjaga kamtibmas,” tegasnya.
Sementara Bupati Buleleng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Kesbangpol Buleleng, Nyoman Widiartha, menyampaikan selamat kepada pengurus MUI Buleleng yang baru dikukuhkan. “Semoga mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggungjawab, keikhlasan serta semangat pengabdian kepada umat, bangsa dan daerah,” kata Bupati.
Bupati juga mengatakan, MUI memiliki peran yang sangat strategis, sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama, memperkuat persatuan umat, serta menjadi penyejuk di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
“Kehadiran MUI diharapkan mampu terus memberikan tuntunan, edukasi, dan keteladan dalam membangun kehidupan yang damai moderat dan penuh toleransi,” tambahnya.
Ditegaskan, Kabupaten Buleleng dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam keberagaman. “Kondisi harmonis ini harus terus kita jaga bersama,” harap Bupati. (bs)

