BULELENG – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali terus mendorong generasi muda Bali, khususnya siswa SMK, agar siap memanfaatkan peluang kerja luar negeri melalui sosialisasi program SMK Go Global secara daring dan luring bertempat di SMK PGRI 4 Denpasar, sekaligus Kick Of Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman secara serentak, Senin (18/5/2026).
Ketua BP3MI Bali, Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan peluang kerja luar negeri bagi generasi muda Bali. Kegiatan tersebut diikuti secara luring dan daring oleh Dinas Ketenagakerjaan kabupaten/kota se-Bali, Dinas Kominfo, lembaga pelatihan kerja, P3MI, hingga Desa Migran Emas di Provinsi Bali.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan arus informasi global telah membuka akses yang semakin luas terhadap peluang kerja internasional. Generasi muda saat ini dinilai memiliki kesempatan besar untuk mengakses informasi pekerjaan luar negeri dengan lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 11.324 warga Bali bekerja di luar negeri. Sementara pada tahun 2026, sejak Januari hingga pertengahan Mei, jumlah pekerja migran asal Bali telah mencapai sekitar 5.800 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat sekaligus besarnya peluang kerja luar negeri bagi masyarakat Bali.
Muhamad Iqbal menjelaskan, sejumlah negara saat ini mengalami kondisi aging population, yakni jumlah penduduk usia lanjut lebih tinggi dibanding usia produktif muda. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja muda Indonesia, termasuk lulusan SMK di Bali.
“SMK menjadi titik tolak penting dalam program nasional penempatan tenaga kerja luar negeri. Pemerintah menargetkan 500 ribu penempatan tenaga kerja melalui lulusan SMK dengan berbagai potensi jurusan dan sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan, jurusan seperti perhotelan, kuliner hingga Desain Komunikasi Visual (DKV) memiliki peluang besar untuk bekerja di berbagai negara, baik di sektor hospitality, kapal pesiar, restoran internasional, maupun industri kreatif digital. Bahkan, untuk bidang kuliner terdapat program Government to Government (G to G) dengan Jerman yang menawarkan peluang kerja dengan penghasilan mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Melalui kegiatan tersebut, BP3MI Bali juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kominfo, Dinas Ketenagakerjaan, lembaga pelatihan kerja, serta perusahaan penempatan pekerja migran untuk memperluas diseminasi informasi dan mempersiapkan SDM Bali yang kompeten di tingkat global.
Di akhir sambutannya, Muhamad Iqbal memotivasi para siswa agar mempersiapkan masa depan sejak dini melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi. (bs)

