DENPASAR – Bawaslu Kota Denpasar menghadiri kegiatan buka puasa bersama kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar yang mengusung tema “Meneladani Karakter Kepemimpinan Rasulullah dalam Kesucian Ramadan”, pada Senin, 9 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kubu Kopi, Jalan Swakarya Baru, Jalan Jenderal Sudirman 2X, Denpasar ini juga dirangkaikan dengan diskusi dan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada generasi muda melalui konsep Ngabuburit Pengawasan.
Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Denpasar, yaitu Suyanto dan Dewa Agung Ayu Manik Oktariani, Senior/Alumni HMI Rofiqi Hazan, Ketua HMI Kota Denpasar Hariz Afrizal. Yurut hadir Ketua MD Kahmi Denpasar Moh. Ruslan, Presidium KAHMI Bali Moh. Ridwan, Bendum KAHMI Bali Fachrudin, serta seluruh kader HMI Cabang Denpasar.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari senior HMI yang menekankan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah sebagai teladan bagi generasi muda, khususnya dalam momentum Ramadan.
Acara secara resmi dibuka oleh Ketua HMI Cabang Denpasar, Haris Afrizal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa momentum Ramadan menjadi ruang yang tepat bagi generasi muda untuk memperkuat nilai-nilai kepemimpinan, integritas, serta semangat kebersamaan.
Ia juga menekankan pentingnya peran kader HMI yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Agung Ayu Manik Oktariani selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) menyampaikan sosialisasi mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu.
Ia menjelaskan bahwa meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan pemilu, Bawaslu tetap aktif melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat guna memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mendekatkan pesan-pesan demokrasi kepada masyarakat dengan cara yang lebih santai dan dialogis melalui kegiatan “Ngabuburit Pengawasan”.
“Ramadan mengajarkan kita tentang pengendalian diri, kejujuran, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pengawasan yang mengedepankan integritas dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum Ramadan ini sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk bersama-sama menjaga demokrasi yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Denpasar lainnya, Suyanto, yang menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, dan Penyelesaian Sengketa (HPS), menekankan pentingnya silaturahmi sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan kebersamaan antar elemen masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang hidup dalam tatanan aturan. Oleh karena itu, komunikasi dan konsolidasi antar elemen masyarakat menjadi hal yang penting agar pemahaman terhadap aturan dapat terbangun dengan baik serta mendorong tumbuhnya kesadaran bersama dalam menjalankannya.
“Konsolidasi melalui silaturahmi akan memperkuat kebersamaan dan semangat dalam menjalankan peran masing-masing, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum ini diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan generasi muda dalam membangun budaya pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang lebih berkualitas. (bs)

