Puisi dan Sejarah Akan Bersua di Rumah Tempat Kos Raden Soekemi

BULELENG — Sejarah pada sebuah rumah di Kota Singaraja akan kembali hidup pada Jumat, 15 Agustus 2025. Bukan oleh hiruk pikuk keramaian suara pasar ataupun bising suara kendaraan, melainkan dari lantunan puisi yang akan bersua dari lisan para masyarakat, sastrawan dan sejarawan.

Ya, akan ada Parade Baca Puisi bertajuk “Mengembalikan Ingatan Sejarah Lewat Suara Sastra” akan digelar di rumah yang pernah menjadi tempat kos Raden Soekemi Sosrodihardjo, ayah Sang Proklamator Bung Karno. Rumah itu, beralamat di Jalan Gunung Batur Nomor 1, tepat berada di belakang Lapas Kelas II B Singaraja.

Di halaman rumah ini pula berdiri pohon blimbing putih yang diyakini menjadi saksi penanaman ari-ari Soekarmini, kakak Bung Karno. Ini tentu sebuah kisah yang jarang terdengar dalam catatan sejarah populer.

“Tempat ini menyimpan cerita yang nyaris terlupakan. Sastra menjadi cara kami untuk menghidupkannya dan mengenalkannya lebih luas kembali,” kata Ketua Panitia, Ketut Wiratmaja.

Selain pembacaan puisi, parade ini juga akan memuat sesi berbagi kisah sejarah lisan dan acara lainnya. Penyelenggara berharap, publik yang hadir bukan hanya menikmati keindahan karya sastra, tetapi juga pulang dengan pengetahuan baru tentang fragmen sejarah yang jarang tersentuh.

“Cerita sejarah tentang Soekarno di Singaraja tidak hanya tentang Bale Agung saja. Ada banyak titik penting lain yang layak diketahui masyarakat, termasuk rumah ini.” Ujar Wiratmaja.

Acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain sejarawan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) SIngaraja, Prof. Made Pageh, penggiat sastra dari Mahima Institute, dan seniman Putu Satria Kusuma dan beberapa tokoh masyarakat lainnnya. Mereka akan membawakan puisi-puisi yang terinspirasi dari peristiwa, ruang, dan tokoh yang pernah hadir di rumah tersebut. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *