Safari Ramadhan di Dusun Bukit Sari Tegallinggah, Bupati Buleleng Sempat Jalan Kaki Menanjak 35 Derajat  

BULELENG – Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG, dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, SH, bersama anggota Forkopimda melakukan Safari Ramadhan 1446 H, ke Dusun Bukit Sari Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kamis (13/3/2025). Bupati dan rombongan sempat jalan kaki yang agak terjal dengan tanjakan sekitar 35 derajat menuju Masjid Ar Rahmah Bukit Sari.

Bupati Sutjidra dan rombongan turun dari kendaraan sekitar 50 meter dari Masjid Ar Rahmah Bukit Sari, tempat Safari Ramadhan. Dari lokasi turun tersebut, Bupati jalan kaki melalui jalan menanjak dengan kemiringan sekitar 35 derajat.

Tak ayal, beberapa anggota harus terengah-engah sesampainya di masjid. Untungnya, cuaca sedang bersahabat. Tak bisa dibayangkan jika di lokasi tersebut hujan, apalagi hujan deras.

Tak hanya kaki menanjak, Bupati juga harus melewati jalan-jalan rusak menuju ke Masjid Ar Rahmah Bukit Sari. Mulai dari Munduk Kunci hingga lokasi beberapa bagian jalan rusak parah. Mobil dinas Bupati dan mobil rombongan harus berjalan pelan-pelan.

Dalam Safari Ramadhan 1446 H tersebut, selain Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna, hadir juga Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana, perwakilan Polres Buleleng, perwakilan Kejari Buleleng, Kaban Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, Kadis Sosial Putu Kariaman Putra, Kepala Kantor Kemenag Buleleng, Gede Sumarawan, dan jajaran Forkopimka Sukasada. 

Juga hadir Ketua MUI Buleleng, HB Ali Musthofa, Ketua Baznas Buleleng, Edy Buimin, pimpinan PCNU Buleleng, pimpinan Muhammadiyah Buleleng, serta pimpinan sejumlah ormas di Buleleng, dan pimpinan sejumlah BUMN di Buleleng.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra, menyampaikan terima kasih kepada warga Bukit Sari yang telah memilih pasangan Sutjidra-Supriatna pada Pilkada 27 November 2024 lalu. Menurutnya, meskipun dirinya tidak sampai kampanye di Bukit Sari, tapi ternyata masyarakat memilih dirinya.

Bupati Sutjidra juga mengakui jalan ke lokasi tersebut selain menanjak juga rusak. “Rusaknya cukup parah,” katanya. 

Ia mengatakan, jalan rusak hanya terjadi di Bukit Sari Tegallinggah, tapi hampir semua jalan-jalan rusak. “Karena waktu saya Wakil Bupati, itu program hotmik mulai tahun 2013 sampai 2016. Panjangnya hampir 300 km (seluruh Buleleng, red). Dan kalau hotmik yang bagus, setelah 7 sampai 8 tahun harus mulai di-hotmik kembali. Tapi karena waktu itu pada 2020,Covid melanda anggaran untuk itu tidak ada. Jalan yang seharusnya diservis tidak bisa diservis. Itu sampai 2022, sampai kami sudah tidak lagi menjabat,” katanya.

Ia memohon doa kepada warga agar diberi kesehatan. “Saya jadi tukang aspal lagi. Nggak apa-apa. Saya memang ditakdirkan menjadi ‘kepala dinas PU urusan Bina Marga’,” guyon Bupati Sutjidra.

Dalam kesempatan itu, Bupati Buleleng asal Desa Bontihing ini juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada warga Muslim Bukit Sari. “Semoga di bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat ini, ibu bapak sekalian dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaaan. Dan mari kita tidak henti-hentinya untuk saling menghormati, saling meningkatkan solidaritas sosial diantara kita semua,” pesannya.

Apalagi, kata Bupati Sutjidra, hari raya Idul Fitri tahun ini bersamaan dengan hari raya Nyepi. “Untuk itu, dengan kerendahan hati, tiyang dengan Pak Wakil Bupati dan teman-teman dari Forkopimda mohon dengan sangat hormat dengan bapak ibu sekalian, baik yang beragama Hindu dan beragama Islam untuk saling menghormati, saling menjaga kerukunan, saling menjaga toleransi, bahwa kita ini semua bersaudara. Kita ini krama Buleleng. Kramanya ada yang beragama Islam, Hindu, Kristen. Mari kita tingkatkan saling menghargai, mari kita tingkatkan kerukunan khususnya di Desa Tegallinggah ini,” ujarnya.

Kadus Bukit Sari, Ali Mansur, menyampaikan aspirasi warga. “Kami hanya minta jalan kami diperhatikan. Karena masyarakat mengeluhkan jalan ini Pak. Kalau umpamanya tidak bisa 100 persen. Yang berapalah dulu. Itu harapan kami. Minimal dalam 100 hari kerja ini sudah dikerjakan,” pintanya.

Menurutnya, di atas Dusun Bukit Sari masih ada dusun. “Kasian warga dusun tersebut kalau ingin ke Desa Tegallinggah harus lewat Desa Selat yang jarak tempuhnya bisa 40 menit. Kalau lewat sini hanya 15 menit,” paparnya.

Ali Mansur menceritakan, pernah kejadian orang hamil harus melahirkan jalan karena jalan rusak dan tidak bisa cepat dibawa fasilitas kesehatan. “Semoga Pak Bupati dan Pak Wakil bisa memenuhi harapan kami,” tandasnya.

Bupati Sutjidra berjanji akan menyelesaikan kerusakan jalan di Bukit Sari tersebut. “(Untuk saat ini, red) anggarannya sudah ketok palu. Mudah-mudahan ke depannya bisa kami anggarkan. Mudah-mudahan jalan dari Munduk Kunci ke Gunung Sari bisa kami selesaikan,” tegas Bupati Sutjidra. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *