Warga Muslim Sangsit Ungkapkan Rasa Bahagia Dikunjungi Bupati Buleleng dalam Safari Ramadhan

BULELENG – Warga Muslim Banjar Dinas Pabean, Desa Sangsit mengungkapkan rasa bahagianya karena dikunjungi Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG, serangkaian Safari Ramadhan 1446 di Masjid Jamik Al Munawarah Sangsit, Senin (10/3/2025). Sementara Bupati Sutjidra menyampaikan pesan warga Muslim Pabean Sangsit terus menjaga kebersamaan dan kekeluargaan dengan warga Buleleng lainnya.

Bupati Sutjidra melaksanakan Safari Ramadhan 1446 bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, Anggota DPRD Buleleng, Dewa Nyoman Sukardina, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, Dandim 1609/Buleleng Letkol Kav. Angga Nurdyana, Kepala Kejari Buleleng, Edi Irsan Kurniawan, SH, M.Hum., Kaban Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, Kadis Sosial Putu Kariaman Putra, Kepala Kemenag Buleleng, Gede Sumarawan, Kasi Bimas Islam Kemenag Buleleng, H. Ismail, dan jajaran Forkopimka Sawan. 

Juga hadir Ketua MUI Buleleng, HB Ali Musthofa, Ketua Baznas Buleleng, Edy Buimin, pimpinan PCNU Buleleng, pimpinan Muhammadiyah Buleleng, serta pimpinan ormas di Buleleng, dan sejumlah pimpinan BUMN di Buleleng.

Bupati dan rombongan harus berjalan kaki jalan raya, melewati gang-gang menuju Masjid Jamik Al Munawarah. Sejumlah ibu-ibu tampak menyapa Bupati Buleleng dan rombongan. “Selamat datang di Pabean Pak Bupati,” kata seorang ibu sambil menggendong anaknya.

Bupati Sutjidra dalam sambutannya menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada warga Muslim Desa Sangsit. “Semoga dalam Ramadhan ini selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” doa Bupati. 

Menurutnya, kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Buleleng. Ini menunjukkan pemerintah Kabupaten Buleleng senantiasa hadir di tengah warga, termasuk saat warga muslim menjalankan ibadah puasa. 

“Kegiatan Safari Ramadhan ini juga untuk menjalin, mempererat tali silaturahmi antara pemerintah Kabupaten Buleleng dengan masyarakat, dengan warga muslim, khususnya yang ada di Desa Sangsit,” jelasnya. 

Bupati Sutjidra juga mengingatkan, bahwa pada tahun ini dan di bulan ini hari raya Nyepi tahun Caka 1947 bersamaan dengan hari raya Idul Fitri 1446 H. Untuk itu, Bupati berharap agar pelaksanaan perayaan hari raya Nyepi maupun perayanaan hari raya Idul Fitri 1446 H bisa berjalan dengan damai, aman, dan semua umat, baik umat Muslim dan umat Hindu dapat melaksanakan ibadahnya dengan baik.

“Untuk itu pada masyarakat muslim di Desa Sangsit ini, kami harap untuk mengikuti arahan atau imbauan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Mari kita jaga toleransi, mari kita tingkatkan ibadah kita, mari kita jaga kebersamaan, dan mari kita jaga kekeluargaan kita sebagai warga Buleleng,” tandas Bupati asal Desa Bontihing ini. 

Sementara Ketua Takmir Masjid Jamik Al Munawarah Sangsit, Abdul Kadir, mengaku bahagia dan bangga dengan kedatangan rombongan Safari Ramadhan 1446. Apalagi beberapa warga mendapatkan sembako. “Ini sangat berarti, apalagi ini bulan Ramadhan dan kondisi ekonomi warga seperti saat ini,” katanya.

Abdul Kadir mengaku sangat bahagia dan bangga dalam situasi seperti sekarang ini mendapat kunjungan dari Bupati Buleleng, Wakil Bupati Buleleng, dan pejabat Forkopimda Buleleng. Menurutnya, tumben daerahnya mendapat kunjungan dari pejabat-pejabat di kabupaten.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada bapak-bapak yang berkenan mengunjungi tempat kami. Artinya pemimpin kami peduli kepada masyarakat yang di bawah, terutama posisi jamaah kami yang terpencil, yang jauh dari jalan raya. Semoga kehadiran bapak-bapak membawa kesan bagi warga kami, membawa hikmah yang sedalam-dalamnya,” ujar Abdul Kadir.

Ia juga berharap, mudah-mudahan dengan kehadiran bapak-bapak pejabat tersebut di Pabean Sangsit, warga mendapat pencerahan, dan membawa perubahan bagi warga. “Itu harapan kami,” tambahnya.

Abdul Kadir juga menyampaikan kondisi pesisir pantai di Pabean Sangsit tersebut. “Kampung kami di pesisir pantai, baru-baru ini kena dampak ombak besar Pak Bupati, terjadi banjir rob sehingga bendungan (tanggul) yang sudah dibangun jebol,” paparnya. 

Panjang tanggul tersebut sekitar 150-200 meter. Menurut Abdul Kadir, ketika ada warganya yang meninggal dunia, mayatnya diusung lewat pinggir pantai untuk menuju kuburan. Itu jalan yang biasa dilakukan selama ini. 

“Yang jadi masalah, ketika terjadi ombak besar, ke mana harus kami lewat. Sedangkan kalau lewat jalan raya kami harus ijin bendesa adat karena harus melewati pura. Ini membuat kami tidak enak. Mohon bantuan Bapak Bupati untuk perbaikan bendungan (tanggul, red) agar ketika ada warga meninggal dunia ada jalan untuk menuju ke pemakaman,” katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sutjidra akan segera menindaklanjuti. Bupati meminta agar masalah itu dikoordinasikan juga dengan anggota DPRD Buleleng yang hadir saat itu, Dewa Nyoman Sukardina. 

“Mengenai masalah tanggul yang jebol, breakwater-nya, ini ada anggota DPRD Buleleng. Nanti koordinasi dengan Dinas PU Buleleng. Apakah nanti Pemkab Buleleng yang memperbaiki atau BWS (Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, red). Segera kami tindaklanjuti karena ini kena bencana dan diperlukan untuk akses ke kuburan,” ujar Bupati. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *