Pemerintah Kabupaten Buleleng Berkomitmen untuk Menjamin Pendidikan Berkualitas bagi Peserta Didik

BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) terus menggelorakan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik di Buleleng yang berpotensi putus sekolah (drop out), sehingga angka partisipasi sekolah (APS) dari tahun ke tahun terus meningkat. Salah satu upayanya adalah melalui program pusat komando (Posko DO).

Kepala Disdikpora, Made Astika, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/5/2024) menjelaskan bahwa posko DO merupakan program quick win dimensi smart society dalam mendukung Smart City. Komitmen tersebut diwujudkan sebagai respon terhadap beragam tantangan yang dihadapi oleh peserta didik, termasuk kendala ekonomi, sosial, dan akses geografis yang terbatas.

“Kami telah meluncurkan Program Pusat Koordinasi Komando (Posko – DO) di setiap kecamatan guna mengurangi angka putus sekolah. Pendidikan yang baik akan mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) khususnya Buleleng selain kesehatan dan taraf hidup yang layak,” ujarnya.

Dalam upaya pencegahan saat Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) tim Posko – DO melakukan kolaborasi dengan koordinator wilayah di setiap kecamatan untuk mengidentifikasi peserta didik yang berpotensi mengalami putus sekolah atau bahkan tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Untuk mengatasi potensi drop out, langkah-langkah konkret telah diambil dengan memberikan kesempatan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Lebih jauh, Astika juga menekankan bahwa fasilitas pendidikan di Buleleng telah memadai untuk menampung peserta didik.”Bagi peserta didik yang kurang mampu, kami menyediakan bantuan seragam sekolah bersumber dari APBD dan beasiswa melalui program pusat yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta sumbangan dari donatur,” tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya dulu memberikan dukungan kepada peserta didik yang tinggal di daerah terpencil dengan menyediakan fasilitas angkutan antar-jemput. Namun sekarang karena aksesnya memadai program itu kami tiadakan.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, tingkat Hari Pertama Sekolah (HPS) di Buleleng kini hampir mencapai 100%. Tingkat APS SD mencapai 99%, sementara SMP mencatatkan angka 95%.”Target kita adalah dari tahun ke tahun sudah tentu penurunan jumlah peserta didik yang tidak sekolah,” lanjutnya.

Harapannya, melalui langkah-langkah ini, anak-anak kurang mampu dapat tetap menikmati proses pembelajaran dengan lebih baik. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *