Kapolres Buleleng “Mebraya” ke Desa Pemaron

BULELENG – Kegiatan Jumat Curhat yang merupakan kegiatan Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, S.I.K., M.H. Jumat Curhat yang merupakan kegiatan membraya ini dilaksanakan setiap seminggu sekali dimulai Jumat (11/11/2022) ini dari Desa Pemaron.

Kedatangan Kapolres Buleleng ke Desa Pemaron didampingi pejabat utama Polres Buleleng bersama Kapolsek Singaraja, AKP I Nyoman Pawana Jaya Negara. Kapolres dan rombongan disambut Perbekel Desa Pemaron, Putu Mertayasa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Pemaron.

Tujuan dilaksanakan Jumat Curhat, disamping melaksanakan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat, juga untuk sambung rasa agar mengetahui situasi yang sebernarnya. Juga dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat tentang Polri yang diinginkan, maupun penyampaian situasi kamtibmas.

Perbekel Desa Pemaron menyampaikan, penduduk Desa Pemaron sangat heterogeny. Masyarakat dari berbagai suku dan agama hidup rukun berdampingan dan saling menghargai sehingga toleransinya sangat kuat.

“Tentang keamanan, pihak pam swakarsa yang ada di desa, baik itu pecalang, linmas dan yang lainnya selalu bekerja sama dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan desa dengan Bhabinkamtibmas dan pihak lain, sehingga masyarakat Desa Pemaron merasakan keamanan dan kenyamanannya,” papar Perbekel Pemaron.

Kapolres Buleleng menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan mebraya, yaitu untuk menciptakan dan menjaga keharmonisan Polri dengan masyarakat. Juga untuk menumbuhkan rasa saling menghormati dan saling peduli (saling asah, asih dan asuh).

“Hanya dengan memperkuat semangat menyama braya (mebraya), akan ditemukan keharmonisan karena terlihat adanya komunikasi dua arah baik dari masyarkat dan juga Polri,” ujar AKBP I Made Dhanuardana.

“Keamanan merupakan tanggung jawab semua pihak. Mari ciptakan siatuasi aman, tidak ada konflik, apalagi sekarang ini ada kegiatan KTT G20, mari kita jaga situasi untuk tetap konddusif,” tambah Kapolres.

Ia berharap, bila terjadi permasalahan yang kecil agar dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat melalui komponen yang ada dalam Sipandu Beradat, sehingga masalah itu tidak lagi berkembang dan tetap adanya terjalinnya hubungan baik dari kedua belah pihak yang memiliki permasalahan. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *