15 Regu Adu Kreatif di Lomba Gerak Jalan Kocak

BULELENG – Lomba gerak jalan kocak kreatif, yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Buleleng digelar Kamis (11/8/2022) siang. Sebanyak 15 regu ikut serta menunjukkan ide kreatif mereka untuk menghibur penonton. Belasan regu yang ikut ambil bagian dari perwakilan sekolah SMA/SMK Perguruan Tinggi, instansi pemerintah dan juga komunitas serta organisasi masyarakat di Buleleng.

Lomba gerak jalan kocak kreatif ini mengambil start di depan Taman Kota Ngurah Rai Buleleng. Masing-masing regu diberikan waktu untuk menampilkan kreativitas dan kekocakan mereka maksimal 6 menit. Belasan regu pun diberikan kebebasan untuk memilih tema dan skenario penampilan yang akan mereka tampilkan di dalam balutan busana menarik.

Selain beratraksi di panggung utama di depan Taman Kota, masing-masing regu akan diberikan kesempatan tampil kembali di simpang empat Jalan Diponegoro dan di garis finish Pelabuhan Buleleng. Seluruh peserta tampil maksimal dan menghibur, namun sejumlah masyarakat menanyakan absennya komunitas Waria dan Gay Singaraja (Wargas).

Ketua Panitia Lomba Putu Nova Anita Putra mengatakan, seluruh persiapan lomba gerak jalan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Termasuk informasi persyaratan yang harus dipenuhi peserta. Khusus untuk Wargas, juga sudah sempat berkoordinasi kepada panitia H-5 penutupan pendaftaran. Namun hingga waktu terakhir pendaftaran, Wargas tidak ada mendaftarkan diri.

“Mereka sempat datang berkomunikasi menanyakan persyaratan termasuk soal wajib vaksinasi. Kami sudah sangat terbuka sejak saat itu. Bahwasanya kita menekankan akan memfasilitasi vaksinasi bagi anggota regu yang belum. Kami persilahkan mengumpulkan teman Wargas nanti kami antar ke tempat vaksinasi atau mendatangkan tim vaksin ke tempat mereka, tetapi sampai batas akhir mereka tidak mendaftarkan diri,” ucap Nova.

Sementara itu Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, yang hadir menyaksikan lomba gerak jalan kocak dan kreatif merasa berbangga, dengan kreativitas peserta. Dia pun berharap kedepannya setelah Pandemi Covid-19 berlalu, jumlah peserta bisa lebih banyak. “Tahun depan walaupun saya sudah tidak menjabat, lebih banyak peserta yang ikut. Saya rasa gerak jalan kocak ini cukup memberikan hiburan masyarakat Buleleng,” kata Agus Suradnyana.

Di sisi lain juri Gerak Jalan Kocak Kreatif Made Adnyana menegaskan, instrumen yang menjadi penilaian adalah kreativitas peserta dalam mengeksplorasi gerakan gerak jalan dan menjadikannya kocak, lucu, dan jenaka. Walaupun tidak bisa membuat penonton tertawa terbahak-bahak, minimal bisa membuat penonton tersenyum.

“Yang dieksplorasi baris berbarisnya kemudian dikreasikan agar bisa dibuat kocak. Termasuk kreatifitas kostum juga harus dipikirkan dengan baik. Jangan sampai kostum mewah dan aeng (seram) tetapi tidak berkaitan dengan tema dan tidak membuat dirinya kreatif serta lucu itu akan menjadi tidak berguna,” jelas Adnyana yang juga seorang sastrawan ini. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *